Bahaya Dari Minyak Jelantah

Bahaya Dari Minyak Jelantah

Minyak jelantah memiliki bahaya untuk kesehatan dan lingkungan, apa saja bahaya dari minyak jelantah? berikut ini merupakan ulasannya!

Pengertian Minyak

Minyak masakan atau orang lebih mengenalnya dengan nama minyak goreng merupakan minyak atau lemak yang berasal dari proses memurnikan yang didapatkan melalui bagian tumbuhan, hewan, atau diolah dengan menggunakan cara sintetik yang dimurnikan dan umumnya dipakai untuk menggoreng makanan. Cooking Oil biasanya memiliki bentuk cair pada saat diletakkan dalam suhu kamar. Minyak masakan kebanyakan didapatkan dari bagian tubuh tumbuhan, misalnya saja kelapa, serealia, kacang-kacangan, jagung, kedelai, serta kanola.

Bahaya Dari Minyak Jelantah

Minyak goreng bekas atau biasa disebut dengan minyak jelantah adalah limbah non-B3, akan tetapi masih mempunyai dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan apabila dibuang secara sembarangan. Padahal, limbah rumah tangga yang satu ini mempunyai potensi ekonomi yang terbilang lumayan besar apabila dikelola dengan menggunakan cara benar. Minyak jelantah dapat diolah dan dijadikan sebagai sabun, bahan bakar minyak, sampai dengan biodiesel.

Kurangnya edukasi tentang proses dalam pengelolaan minyak jelantah yang berada di tingkat rumah tangga dapat mengakibatkan pembuangan limbah ke dalam saluran air serta tempat sampah, selanjutnya berakhir di area perairan serta dapat mencemari lingkungan. Melalui webinar bertajuk tentang A-Z mengenai Minyak Jelantah (20/3/2021), Gerakan Waste4Change serta Komunitas Jelantah4Change memberikan ajakan terhadap masyarakat supaya dapat menjadi lebih bijak pada saat melakukan pengelolaan terhadap limbah minyak jelantah. Mereka juga memberikan informasi tentang bahaya minyak jelantah yang dikonsumsi serta dibuang secara sembarangan.

1. Kolesterol Tinggi

Dampak kesehatan pada saat mengonsumsi minyak jelantah antara lain adalah dapat mengakibatkan terjadinya penyakit degeneratif misalnya saja kolesterol, kanker, serta penyakit jantung. Jelantah memiliki kandungan berupa asam lemak jenuh tinggi yang diakibatkan dari proses pemanasan yang dilewatinya. Apabila dikonsumsi, yang diakibatkan adalah menurunnya kadar HDL kolesterol dan juga peningkatan kadar LDL serta total kolesterol.

2. Penyakit Jantung

Konsumsi minyak jelantah dengan yang berlebih dapat menaikkan tingkat kadar kolesterol dan pada gilirannya risiko terkena penyempitan pembuluh darah. Jika telah seperti ini, kesehatan jantung dapat menjadi lebih terancam. Populernya makanan dengan memiliki kandungan lemak jenuh tinggi misalnya saja gorengan yang dibuat dengan menggunakan minyak jelantah menjadi salah satu penyebab tingginya kasus kematian disebabkan karena penyakit jantung serta penyempitan yang terjadi dalam pembuluh darah.

3. Kanker

Minyak jelantah yang digunakan secara berulang adalah sumber dari radikal bebas. Radikal bebas tersebut akan menyerang sel-sel sehat serta menjadi pemicu pertumbuhan abnormal yang berada dalam sel kanker. Penumpukan radikal bebas juga dapat mengakibatkan mutasi gen serta membuat resiko menjadi sel kanker. Hal ini disebabkan karena kanker adalah penyakit berat yang susah untuk disembuhkan, ada baiknya menghindari dalam mengonsumsi makanan yang dibuat dengan menggunakan minyak jelantah.

4. Penyumbatan Drainase

Limbah minyak jelantah yang dibuang secara sembarangan di dalam saluran air tanpa dilakukan pengelolaan terlebih dahulu dapat mengakibatkan terjadinya penyumbatan yang terjadi dalam saluran air maupun drainase. Saluran air yang berubah menjadi kotor serta tersumbat ini nantinya dapat dijadikan sebagai tempat berkembang biak bakteri serta berisiko memunculkan penyakit.

5. Pencemaran Air

Salah satu bahaya jelas yang diakibatkan dari pembuangan limbah minyak jelantah secara tidak bijak adalah terjadinya pencemaran air. Limbah cair ini dapat mengalir ke area aliran sungai dan pada akhirnya berakhir di laut, dapat mengakibatkan pencemaran air yang jauh lebih serius. Minyak jelantah yang menjadi terapung di permukaan dapat membuat sinar matahari jadi terhalang, mengakibatkan tumbuhan laut tidak dapat melakukan fotosintesis. Kandungan oksigen tercampur di dalam perairan juga menjadi menurun. Pada gilirannya, kelangsungan hidup biota yang berada di dalam laut dapat menjadi terancam.

6. Pencemaran Tanah

Minyak jelantah yang dibuang dengan sembarangan ke area parit maupun tanah dapat terserap ke dalam bumi. Minyak ini dapat berubah menjadi gumpalab serta mengakibatnya tertutupnya pori-pori tanah. Jika sudah seperti ini, tanah dapat berubah menjadi keras serta tidak bisa lagi mendorong aktivitas manusia. Pada saat gilirannya, pencemaran ini bisa mengakibatkan terjadinya banjir.

sekar

Dalam peran saya sebagai penulis di resepimasakan.net, saya memiliki minat besar dalam teknologi, terutama teknologi IT. Saya juga senang untuk selalu belajar dan membagikan wawasan seputar bisnis dan tips terbaru.