Selamat datang di blog saya pada kesempatan ini saya akan mengajarkan tentang cara budidaya ikan nila kolam terpal. Oke langsung saja simak.

Budidaya Ikan Nila

Budidaya Ikan Nila Kolam Terpal

Ternak ikan atau budidaya ikan adalah sebuah pekerjaan memahami tentang pemeliharaan seluruh jenis sumber daya perikanan. Aktivitas yang ini dikerjakan оlеh manusia dalam lingkup kekuasaan yang mempunyai tujuan kesejahteraan manusia.

Membudidayakan ikan merupakan upaya dari bentuk cara budidaya ikan perairan yang lebih terfokus dan mempriotaskann membudidayakan ikan baik di ruangan yang tertutup maupun tangki.

Kalau kita masuk ke dalam konteks pembahasan kita bisa disipulkan yakni cara ternak ikan nila merupakan sebuah pola dalam pemikiran tentang memahami jenis spesies ikan nila.

Pemikiran tentang cara ternak ikan nila bisa dikatakan sebuah pemikiran yang dipikirkan oleh seorang pemula maupun pebisnis dalam bidang ini.

Ikan Nila

Nila merupakan kategori ikan konsumsi yang hidup di air tawar. Ikan ini berasal dari Afrika, lebih tepatnya Afrika bagian timur, saat tahun 1969. Pada sekarang ini ikan ini telah berubah menjadi ikan peliharaan yang familiar di kolam-kolam air tawar di Indonesia.

Tidak hanya itu saja tapi ikan nila juga menjadi hama bagi setiap sungai dan danau Indonesia. Nama ilmiahnya dari ikan nila yakni Oreochromis niloticus, dan dalam bahasa Inggris disebut sebagai Nile Tilapia.

Cara Budidaya Ikan Nila Kolam Terpal

Sebelum memulai budidaya ikan nila ada beberapa hal penting yang wajib diperhatikan, yaitu pemilihan benih, persiapan kolam, pemberian pakan, sampai penanganan penyakit. Simak hal yang dibawah ini :

A. Pemilihan Benih

Pemilihan benih adalah sebagai faktor penting yang akan menjadi penentu tingkat keberhasilan budidaya ikan nila. Untuk hasil optimal sebaiknya pakai benih ikan yang berjenis kelamin jantan.

Hal ini disebabkan pertumbuhan ikan nila jantan 40% lebih cepat dibandingkan ikan nila betina. Budidaya ikan nila dengan cara monosex (berkelamin semua) lebih efisien dibanding campuran.

Karena ikan nila memiliki sifat gampang memijah atau melakukan perkawinan. Hal ini apabila budidaya ikan nila dilakukan secara campuran, energi pada ikan akan habis untuk memijah dan menyebabkan pertumbuhan ikan sedikit terhambat.

Sekarang ini banyak yang menyediakan bibit ikan nila monosex. Jadi ini semua akan menjadi mudah.

Pengertian Monosex

Sistem monosex adalah upaya yang diterapkan untuk membuat ikan nila berkelamin jantan semua. Ikan Nila jantan mempunyai kecenderungan lebih cepat pertumbuhannya, pemilihan bibit ikan nila jantan agar dibudidayakan mampu mempersingkat masa panen.

Agar bisa membuat ikan nila menjadi monosex dilakukan dengan memberikan hormon metiltestosteron kepada benih nila. Tapi hal ini menyebabkan harga dari hormon ini cukup mahal, karena harus dimmport.

Saat ini telah ditemukan hormon metiltestosteron dari testis sapi, yang harganya relatif murah, hal ini menyebabkan proses produksi monosex ikan nila terbilang murah.

Cara Membuat Monosex

Memiliki 2 (dua) cara/metoda sex reversal yang bisa dilakukan agar membuat kelamin tunggal, yakni :

1. System Oral (Pemberian pakan berhormon)

Pada cara ini membuat kelamin tunggal dilaksanakan dengan cara mencampur hormon 17 methyl Testoteron pada pakan yang akan dikasih pada larva. Caranya sebagai berikut :

  1. Untuk satu(1)kg pellet (bentuk tepung) memerlukan campuran 60 mg 17 Methyl Testoteron
  2. Hormon 17? Methyl Testoteron kemudian dicampur dengan 20 ml alkohol absolud 90% dan aduk sampai rata, kemudian tambahkan 100 – 150 ml alkohol 70% dan aduk hingga homogen
  3. Selepas itu semprotkan dan tuangkan larutan hormon kedalam pelet secara sedikit demi sedikit sambil terus diaduk sampai rata.
  4. Selanjutnya angin anginkan campuran tersebut sampai kering, tetapi ingat jangan coba – coba mengeringkannya dengan cara menjemurnya langsung dibawah terik matahari, hal ini akan merusak khasiatnya.
  5. Supaya mampu bertahan lama masukkan atau tuankan pelet kedalam plastik dan simpan dalam refrigerator. Dengan demikian pelet mampu bertahan hingga 3 bulan.
  6. Pemberian pakan berhormon dilaksanakan selama 21 – 25 hari diawali pada hari keenam (larva umur 6 hari) dengan dosis pemberian pakan 30% pada minggu pertama, 20% pada minggu ke kedua, serta 15% untuk minggu ke ketiga dari seluruh total biomassa.

2. Sistem Dipping (Perendaman)

Pada tahap ini usaha demi menjadikan kelamin tunggal/sejenis dilaksanakan dengan cara mencampur larutan hormon 17 Methyl testoreron pada air yang akan dipakai sebagai perendam telur pada saat ukuran bintik mata. Berikut caranya sebagai berikut :

  1. Timbang hormon 17 Methyl testoteron sebanyak 75 mg.
  2. Larutkan hormon dalam alkohol absolute 90% sekitar 3 hingga 4 tetes dan aduk sampai merata.
  3. Masukkan larutan hormon kedalam wadah (baskom, akuarium, dll) yang memiliki isi 15 liter air dan aduk sampai merata.
  4. Larutan boleh dipakai untuk 10.000 butir telur (Fase bintik mata), dengan cara merendam larva sekitar dalam kurun waktu 6 jam kedalam larutan yang diberi aerasi.
  5. Kemudian larva dipelihara didalam kolam pemeliharaan yang sudah dipersiapkan.

Mengingat begitu banyaknya konsumen penyuka ikan nila dan proses budidayanya yang mudah tentunya akan menumbuhkan minat pembudidaya ikan air tawar . Agar bernilai ekonomis tinggi maka mempersingkat masa panen ikan nila menjadi pilihan yang harus ditempuh.

Salah satunya adalah dari aspek perbenihan untuk hal ini perbaikan mutu genetika dengan program monosex sangatlah diperlukan.

B. Persiapan Kolam

Bagi Anda yang tertarik untuk memulai usaha budidaya ikan nila koam. Metode ini jauh lebih menguntungkan dan mudah diterapkan. Terutama bagi pemula yang ingin memelihara ikan nila di rumah.

Pasalnya, metode ini tidak membutuhkan banyak tempat dan hasilnya pun lebih maksimal.

Adapun langkah budidaya ikan nila menggunakan kolam terpal, antara lain sebagai berikut.

Hal pertama yang wajib Anda lakukan adalah menyiapkan kolam terpal. Anda memang bisa membuatnya sendiri, tetapi untuk menghemat waktu Anda bisa membeli jadi.

Cara ini akan meminimalkan kesalahan saat proses pembuatan, harganya pun lebih murah. Untuk memaksimalkan hasil panen, sebaiknya gunakan kolam terpal persegi panjang.

Untuk ukuran kolam ikan nila 500 ekor, yakni panjang 2×3 meter dapat menghasilkan panen 100 hingga 200 kilogram ikan. Sementara ukuran kolam ikan nila 1000 ekor, yakni 4×6 meter dapat menghasilkan panen 300 hingga 400 kilogram ikan.

Besaran panen bervariasi, tergantung jenis benih ikan yang dipilih. Sesuaikan ukuran kolam ikan dengan kebutuhan Anda. Jika Anda ingin usaha ternak ikan skala besar maka pastikan untuk menyiapkan ukuran kolam terpal lebih besar.

C. Penebaran Benih

Kolam yang sudah terisi air sedalam 60-75 cm sudah siap untuk ditebari benih ikan nila. Padat tebar kolam tanah pada budidaya ikan nila sekitar 15-30 ekor/m2. Dengan alasan, ukuran benih sebesar 10-20 gram/ekor dan akan dipanen pada berat 300 gram/ekor.

Sebelum, penebaran setidaknya melewati tahap adaptasi terlebih dahulu. Hal ini berguna supaya benih ikan terbiasa dengan kondisi kolam, sehingga mengurangi resiko kematian benih.

Caranya, biarkan ikan keluar dari wadahnya saat kita meletakkan benih dengan cara sedikit dimiringkan. Maksudnya letakkan benih kedalam air dan biarkan selama bebrapa jam dan biarkan ikan keluar sendirinya agar tidak stress.

D. Pemeliharaan Budidaya

Setelah semua persiapan usai dilakukan dan benih telah ditebarkan ke dalam kolam, langkah berikutnya ialah merawat ikan sampai usia panen. Tiga hal yang sanagat penting dalam pemeliharaan budidaya ikan nila ialah pengelolaan air, pemberian pakan dan pengontrolan hama penyakit.

  •  Pengelolaan Air

Supaya pertumbuhan budidaya ikan nila menghasilkan hasil yang maksimal, tetap melakukan pemantauan kualitas air kolam. Parameter patokan kualitas air ialah kandungan oksigen dan pH air.

Boleh juga melakukan pemantauan kadar CO2, NH3 dan H2S bila memungkinkan. Ketika kandungan oksigen dalam kolam menurun, perderas sirkulasi air dengan cara memperbesar aliran debit air.

Apabila kolam telah banyak kandungan NH3 dan H2S yang ditandai dengan bau busuk, cepat lakukan penggantian air. Lakukan dengan cara dengan mengeluarkan air kotor sebanyak ⅓ nya, setelah itu lakukan penambahan air baru.

Dalam kondisi normal, pada kolam seluas 100 m2 atur debit air sebanyak 1 liter/detik.

  • Pemberian Pakan

Pengelolaan pakan merupakan hal yang sangat penting dalam budidaya ikan nila. Biaya pakan adalah hal yang komponen, biaya paling besar dalam budidaya ikan nila. Kasihlah ikan dengan pakan berupa pelet dengan kadar protein 20-30%.

Ikan nila memerlukan pakan sebanyak 3% dari berat pada tubuhnya setiap hari. Pemberian pakan dapat dilakukan pada saat pagi dan sore hari. Setiap dua minggu sekali, ambilah sampel ikan nila dengan acak setalah itu lakukan penimbangan pada bobotnya. Setelah itu sesuaikan jumlah pakan yang harus dikasih.

  • Pengontrolan Hama Dan Penyakit

Seperti telah disebutkan sebelumnya, ikan nila adalah ikan yang bisa dikatakan tahan banting. Pada kondisi normal, penyakit ikan nila tidak terlalu banyak mengkhawatirkan. Tapi bila budidaya ikan nila telah dilaksankan dengan intensif dan massal, resiko serangan penyakit harus diperhatikan.

Penyebaran penyakit ikan digolongkan sangat cepat, khususnya bagi jenis penyakit infeksi yang menular. Media penularan umumnya melewati air. Hal ini bisa menjadi sebuah lingkup yang menjangkau satu atau lebih kawasann kolam.

  • Pemanenan

Waktu yang dibutuhkan bagi budidaya ikan nila mulai dari penebaran benih sampai panen mengacu pada keperluan pasar. Ukuran ikan nila bagi pasar sangat  domestik berkisar sekitar 300-500 gram/ekor.

Pemeliharaan untuk ikan nila dari ukuran 10-20 gram hingga menjadi 300-500 gram diperlukan dan memakan waktu sekitar 4-6 bulan.

Oke jadi disini kita telah belajar ya guys tentang budidaya ikan nila kolam terpal dan sebagainya ya guys. Jadi gimana menurut kalian tertarik buat nyoba? atau kalian telah mencobanya?

Hanya itu saja yang bisa saya sampaikan dan kita cukupkan sampai sini saja ya guys. Sampai jumpa.