Resep Cara Membuat Keripik Pepaya Tradisional

Cara Membuat Keripik Pepaya Tradisional

Cara Membuat Keripik Pepaya Tradisiona

 

Resep Cara Membuat Keripik Pepaya Tradisional. Keripik merupakan irisan dari buah atau juga umbi yang telah dikering dan juga digoreng sampai garing. Keripik juga mempunyai kadar air yang rendah sehingga bisa tahan lama.

Meskipun cara pembuatan keripik cukup sederhana serta cukup mudah, namun keripik pepaya belum dikenal luas oleh masyarakat dan juga jarang tersedia di pasaran. Keripik pepaya juga bisa anda jadikan sebagai peluang bisnis keripik pepaya.

Bahan Membuat 

Bahan utama untuk cara membuat keripik pepaya tradisional adalah Buah pepaya itu sendiri.

Buah pepaya yang digunakan adalah buah pepaya yang telah matang petik, masih keras, sudah terasa manis, dan juga saat digores sedikit tidak akan banyak mengeluarkan getah. Jumlahnya sekitar  10 kg.

Peralatan Membuat Keripik Pepaya

Pisau dan Landasannya

Pisau digunakan mengupas dan juga untuk mengiris buah pepaya. Disarankan untuk menggunakan dua jenis pisau yang berbeda.

Untuk hal pengupasan bisa dengan menggunkan pisau yang biasa digunakan di rumah tangga. Sedangkan untuk hal mengiris bisa menggunakan pisau besar yang sudah biasa digunakan untuk pemotongan dan juga pencincangan daging.

Kompor

Kompor bersumbu digunakan untuk menggoreng keripik pepaya dalam jumlah yang kecil. Sedangkan kompor bertekanan udara bisa digunakan untuk menggoreng keripik pepaya dalam jumlah yang besar.

Penggoreng Vakum

Penggoreng vakum merupakan suat alternatif pengganti kompor. Alat ini bisa menghasilkan panas.

Sekaligus juga bisa untuk menurunkan tekanan udara pada saat penggorengan. Dengan mengunakan alat ini, suhu penggorengan akan jadi stabil serta waktu penggorengan juka akan lebih singkat.

Wajan

Wajan digunakan untuk menggoreng keripik pepaya. Terbuat dari besi tebal yang berat lebih baik digunakan karena panas lebih merata dan bahan yang digoreng tidak akan mudah gosong.

Kemasan.

Kemasan juga merupakan wadah untuk mengemas keripik pepaya. Berbagai macam jenis kemasan yang bisa digunakan, yaitu:

  • Kantong plastik polietilen
  • Kantong aluminium foil berlapis plastik
  • Kotak plastik semi kaku
  • Kotak kaleng

Pengemasan dengan kantong plastik dan juga aluminium foil kurang melindungi bahan dari berbagai macam kerusakan mekanis (retak dan pecah).

Produk yang dikemas dengan kantong plastik atau kaleng, perlu dikemas terlebih dahulu dengan menggunakan kantong plastik yang tipis, kemudian produk baru dimasukkan ke dalam kotak tersebut.

Sealer

Alat ini berguna untuk bisa menutup kantong plastik dengan menggunakan panas. Bila kedua bagian dalam mulut kantong ditekan dengan menggunakan elemen pemanas.
Maka kedua sisi tersebut juga akan melunak, dan saling menempel, dan juga tidak akan dapat tepisah setelah dingin.

Alat Pengering.

Alat ini bisa mengeringkan irisan pepaya sampai kadar air di bawah 9%. Baskom. Baskom digunakan sebagai wadah irisan pepaya basah dan juga kering, serta keripik pepaya.

Rak Peniris

Alat digunakan untuk dapat meniriskan keripik yang baru selesai digoreng. Rak ini terdiri dari beberapa penyangga berlobang-lobang yang terbuat dari kawat yang tahan karat (aluminium atau stainless steel).

Cara Membuat Keripik Pepaya Tradisional

Pengirisan dan Blanching

Buah pepaya dikupas, kemudian dibelah dan dibuang bijinya. Setelah itu buah dicuci sampai bersih.

Buah pepaya diiris-iris dengan ketebalan 5 mm. Setelah itu, irisan buah pepaya di-blanching, dengan cara mencelupkan buah pepaya ke dalam air panas (95-98 0 C) selama 3 menit smbil diaduk-aduk dengan perlahan.

Untuk blanching ini, setiap 1 kg irisan buah pepaya memerlukan 2 liter air panas. Blanching diperlukan untuk:

  • Bisa juga untuk mematikan enzim penyebab reaksi pencoklatan (perubahan warna menjadi coklat atau warna gelap lainnya).
  • Untuk mengurangi kandungan mikroba pada bahan.
  • Bisa melayukan bahan sehingga lebih cepat dikeringkan dan mengeluarkan udara dari jaringan bahan. Buah yang telah di-blanching segera ditiriskan.

Pengeringan

Irisan buah kemudian dikeringkan dengan alat pengering sampai kadar air kurang dari 9% dengan tanda pada bahan tampak kering dan juga mudah dipatahkan.

Untuk pengendalian mutu, sebaiknya kadar air juga ditentukan analisa kimia. Sedangkan pada industri kecil, cukup dengan cara mengamati tanda-tanda
tersebut.

Setelah kering, irisan buah juga dapat langsung digoreng, atau juga bisa disimpan. Jika ingin disimpan terlebih dahulu, anda harus mengunakan wadah yang tidak bisa dilewati oleh udara dan juga uap air, serta tertutup rapat.

Penggorengan

Penggorengan dilakukan dengan banyak minyak panas yang bersuhu sekitar 165 0 C selama 13-17 detik.

Untuk bisa mendapatkan mutu keripik yang lebih baik, penggorengan dilakukan dengan cara menggunakan penggorengan vakum pada suhu sekitar 120 0 C.

Dengan tekanan sekitar 60-80 mmHg selama 58-62 menit. Setelah selesai digoreng, keripik kemudian ditiriskan sampai dingin.

Pengemasan

Keripik pepaya dikemas di dalam kantong plastik, atau juga aluminium foil berlapis plastik, kotak plastik semi kaku, atau juga kotak kaleng.

Cukup sekian yha, pembahasan tentang Cara Membuat Keripik Pepaya Tradisional, dan jangan lupa mengunjungi artikel berikutnya

Dimas Adi S

Saya adalah seorang penulis di resepimasakan.net yang memiliki ketertarikan yang besar terhadap perkembangan teknologi, terutama dalam teknologi informasi. Saya juga senang untuk terus belajar berbagai hal dan berbagi berbagai informasi tentang bisnis serta tips terkini.