Cara Membuat Minyak Goreng Dari Kelapa Sawit

Ingin mengetahui proses pembuatan minyak goreng? simak artikel mengenai cara membuat minyak goreng dari kelapa sawit berikut ini!
Minyak Goreng
Cooking oil merupakan minyak yang berasal dari bahan nabati yang sudah melewati proses pemurnian hingga menjadi jernih dan berbentuk cair di dalam suhu kamar. Minyak goreng biasanya terperoleh dari tanaman seperti kelapa sawit, biji-bijian, kelapa kopra, kekacangan, jagung, alpukat, biji matahari, wijen, zaitun, biji anggur, dan juga kedelai. Itulah macam-macam dari minyak goreng, minyak sayur atau bisa juga disebut minyak manis.
Setiap minyak nabati mempunyai sifat dan juga ciri yang sangat ditentukan melalui struktur asam lemak pada rantai trigliseridanya. Proses dari pembuatan atau produksinya dapat dilakukan secara manual tradisional alami tanpa menggunakan mesin modern dan dijual dalam bentuk curah baik jerigen di liter maupun di timbang per kilogram sebagian terkemas dengan standing pouch, kemasan bantal, kemasan cup gelas plastik dan juga dalam kemasan botol premium. Dulunya minyak sawit menjadi alternatif pengganti dari minyak kelapa.
Cara Membuat Minyak Goreng Dari Kelapa Sawit
1. Pengumpulan Buah Kelapa Sawit
Pada tahap pertama, kelapa sawit yang sudah matang, di ambil. Proses pengambilan ini di sebut juga dengan pengumpulan tandan buah segar atau TBS. Pemilihan buah diperlukan agar menciptakan minyak goreng dengan memiliki kualitas yang baik. Pengangkutan buah ini menggunakan truk, lalu kemudian segera di bawa ke pabrik. Pengolahan dari kelapa sawit sebaiknya di dalam pabrik dengan memakai mesin yang mempunyai kekuatan pres baik. Hal ini bertujuan supaya minyak yang terperoleh juga berkualitas baik. Saat TBS sudah masuk ke dalam pabrik, TBS kemudian di timbang agar dapat melihat jumlah kapasitas minyak yang akan di peroleh.
2. Perebusan Buah Kelapa Sawit
Setelah di timbang, kemudian buah di rebus dengan menggunakan uap air panas memakai tekanan 2,2 hingga 3 kg per cm. Proses dari perebusan ini memerlukan waktu selama 90 menit. Perebusan ini berfungsi untuk membunuh enzim yang dapat merusak hasil jadi dari minyak tersebut. Selain itu, agar memudahkan pada proses peremasan buah dalam pengambilan minyaknya. Perebusan buah juga dapat mempermudah perontokan inti buah dari cangkangnya. Buah yang sudah direbus dapat menghasilkan minyak dengan memiliki kadar 0,5 persen. Buah yang telah direbus, kemudian dapat di bawa ke tahap berikutnya.
3. Perontokan Buah
Buah kelapa sawit yang telah masuk ke dalam pabrik masih menyatu dengan tangkainya. Oleh sebab itu, buah harus melalui proses perontokan dari tangkainya terlebih dahulu. Buah yang sudah di rebus, memudahkan untuk di rontokkan dari tangkainya. Cara merontokkan buah dari tangkainya dengan meggunakan metode bantingan. Setelah buah rontok dari tangkainya, buah kemudian masuk ke dalam mesin therser. Mesin ini berfungsi dalam pemisahan buah dari brondongnya. Proses menggunakan mesih therser ini memerlukan waktu selama dua kali pengolahan. Hal ini agar buah benar-benar menjadi bersih dari tangkai dan brondongnya. Hasil proses pengolahan ini adalah daging buah yang sudah terkelupas dan dapat dilakukan proses pemerasan pada tahap selanjutnya.
4. Pemerasan Daging Buah
Sebelum buah melalui tahap pemerasan, lepaskan biji buah dari daging buah terlebih dahulu. Hal ini menggunakan tekanan uap dengan memiliki suhu antara 80 hingga 90 derajat. Setelah buah melepaskan diri dari bijinya, selanjutnya buah masuk ke dalam mesin pengompres. Pada tahap ini memerlukan panas tambahan sekitar 10 sampai dengan 15 persen dari kapasitas mesin pengompres. Hasil palig akhir dari pengomprean ini adalah minyak kasar yang masih bercampur bersama dengan daging buah atau ampas.
5. Penyaringan Minyak Kasar
Minyak yang terhasilkan dari mesih pengompres merupakan minyak yang kasar. Karena hal itu, untuk memperoleh minyak yang murni, minyak kasar ini harus melewati tahap penyaringan terlebih dahulu. Pada proses ini, minyak kasar harus masuk kedalam crude oil tank. Di dalam wadah ini, terdapat saringan pasir yang berfungsi untuk memisahkan ampas dan minyak. Ampas yang telah terkumpul pada saringan kemudian diolah kembali, karena masih terdapat minyak pada pengolahan ini dengan menggunakan mesin depericarper. Pada proses ini, memerlukan bantuan air panas agar dapat mempermudah proses pengolahan ampas menjadi minyak. Pada proses ini, karena menggunakan bantuan air, maka hasil yang keluar adalah air yang bercampur bersama dengan minyak.
6. Pemisahan Minyak Dengan Air
Dalam proses ini, minyak yang telah bercampur bersama air harus dipisahkan terlebih dahulu. Proses pemisahan ini harus secara urut dan sesuai dengan kadar minyak yang ada. Selain itu juga harus sesuai atau sama dengan fase minyak tersebut. Pada saat fase ringan, kandungan yang ada dalamnya adalah minyak, air, dan massa jenis minyak di tampung dalam continuous setting tank. Lalu kandungan minyaknya akan masuk ke dalam oil tank. Sedangkan pada fase berat berisi minyak, air, dan massa berat di tampung di dalam sludge tank kemudian di bawa ke sludge separator untuk kemudian di pisah minyak dan airnya. Hasil akhir pada kedua proses ini adalah minyak, yang kemudian akan dilakukan pemurnian.
7. Pemurnian Minyak
Minyak yang sudah memisahkan diri dengan air tidak 100% telah terpisah dengan air. Hal ini memerlukan proses pemurnian agar benar- benar menghilangkan air yang ada dalam minyak. Agar bisa memurnikan minyak, minyak dimasukkan ke dalam vacuum drier. Fungsi dari mesin ini adalah membuang air yang berada di dalam minyak hingga menyentuh nilai minimal atau di bawah ambang batas. Setelah melewati proses dari vacuum drier, minyak yang sudah menjadi minyak murni, kemudian masuk ke dalam oil storage tank untuk di bawa ke bagian proses pengemasan.
Resep Minyak Goreng Kelapa Sawit
Bahan
- Buah Kelapa Sawit Secukupnya
Peralatan
- Panci
- Kompor atau tungku
- Alu dan lesung
- Kain Katun
- Wajan
- Irus (sendok besar yang terbuat dari tempurung kelapa)
- Botol
- Corong
Cara Membuat Minyak Goreng Dari Kelapa Sawit
- Kupas serabut kelapa sawit, kemudian pecahkan cangkangnya. Ambil daging dari buah kelapa sawit tersebut memakai tangan lalu kumpulkan di dalam panci.
- Rebus daging dari buah kelapa sawit di dalam air yang mendidih hingga teksturnya benar-benar menjadi lunak. Lama dari perebusan pada umumnya membutuhkan waktu sampai lebih dari 1 jam atau sesuai dengan jumlah kelapa sawit yang direbus.
- Tuangkan daging buah kelapa sawit yang sudah menjadi matang dan memiliki tekstur lembut ini lalu tuangkan ke dalam lesung. Kemudian tumbuk memakai alu hingga teksturnya berubah menjadi seperti bubur.
- Bubur kelapa sawit ini kamudian melewati proses penyaringan dengan memakai kain katun untuk memisahkan air sari dari ampasnya. Kerjakan langkah tersebut seperti pada saat memeras santan kelapa dengan menambahkan air secukupnya sebanyak dua kali proses.
- Setelah proses dari pemerasan air sari kelapa sawit telah selesai, selanjutnya air tersebut direbus sampai mendidih. Jangan lupa untuk terus mengaduknya secara teratur agar santan kelapa sawit tidak menjadi pecah.
- Setelah menunggu selama beberapa waktu, santan yang telah mendidih itu lambat laun akan menampakkan lapisan minyak goreng yang memiliki warna kuning keemasan yang terbentuk di atas santan. Ambil minyak goreng tersebut memakai irus sedikit demi sedikit.
- Minyak goreng yang telah terkumpul banyak kemudian dimasukkan ke dalam botol dengan menggunakan bantuan corong. Agar lebih awet, botol itu baaiknya harus divakum terlebih dahulu sehingga menjadi kedap udara. Simpan botol yang sudah berisi minyak goreng ini pada tempat yang sejuk, tidak lembab, dan terhindar dari sinar matahari