Pada artikel kali ini, kita akan belajar cara menanam cabai di kebun, simak semua langkah-langkah dan ulasan yang ada di artikel ini, supaya cabai yang kalian budidayakan, mendapatkan hasil yang melimpah, dan menguntungkan tentunya.

Tanaman yang memiliki nama latinĀ Capsicum frutescensĀ ini berasal dari benua Amerika yang memiliki iklim tropis dan subtropis. Dari sinilah tanaman ini menyebar ke berbagai belahan bumi lainnya.

Kondisi iklim yang ada di Indonesia sangat cocok untuk budidaya cabai dikarenakan matahari bersinar penuh.

Varietas Cabai Keriting Unggul

Ada banyak sekali jenis cabai yang tersebar di seluruh penjuru dunia, di Indonesia sendiri, cabai sangat banyak jenisnya, mulai dari cabai rawit, cabai keriting, cabai jumbo dan sebagainya, namun di artikel kali ini kita akan mengenal satu jenis cabai yang cukup banyak diminati, yaitu cabai keriting, varietas apa saja yang dimiliki oleh cabai keriting ini?, yuk kita simak

1. Varietas Cabai Keriting PM 999

Varietas hibrida PM 999 yang sebelumnya bernama TM 999 merupakan varietas hibrida introduksi dari Korea. Hasil varietas dari cabai keriting hibrida ini mempunyai pertumbuhan yang sangat kuat dan kokoh. Pembungaannya berlangsung terus menerus sehingga dapat dipanen dalam jangka waktu yang relatif panjang.

Tanaman kompak, arsitekturnya baik dan seragam, serta ukuran buah yang relatif stabil. Ukuran dari buahnya sendiri adalah 12,5 cm x 0,8 cm dengan berat buah sampai 5-6 g. Buahnya padat, berbiji banyak, dan berdaya simpan relatif lama. Rasanya sangat pedas serta cocok untuk digiling dan dikeringkan. Potensi produktivitasnya tinggi yaitu 0,8-1,2 kg.

2. Varietas Cabai keriting hibrida Lado F1

Varietas ini sering disebut keriting hibrida all season (semua musim) karena memiliki kecocokan untuk ditanam pada segala musim serta di berbagai ketinggian yang berbeda. Tinggi tanaman varietas ini 90-100 cm.

Yuk baca juga cara Cara Tanam Kacang Tanah di Pot Plastik Rumahan.

Cara Menanam Cabai di Kebun dan Syarat Tumbuh Tanaman Cabai

1. Cara Menanam Cabai di Kebun Dengan Cara Memperhatikan Curah Hujan dan Kelembapan

Jumlah curah hujan sangat berpengaruh sekali terhadap keberhasilan produksi tanaman cabai. Curah hujan yang cukup ideal untuk menanam cabai adalah 1.000 mm/tahun. Kondisi curah hujan yang rendah menyebabkan tanaman kekeringan dan membutuhkan air untuk penyiraman.

Sebaliknya, curah hujan yang tinggi bisa merusak tanaman cabai serta membuat lahan penanaman becek dan kelembapannya tinggi.

2. Cara Menanam Cabai di Kebun Dengan Cara Melihat Jenis Tanah dan pH Tanah

Sebenarnya, cabai menyukai tanah yang gembur dan banyak mengandung unsur hara. Cabai tumbuh optimal di tanah regosol dan andosol.

Penambahan bahan organik, seperti pupuk kandang dan kompos, saat pengolahan tanah atau sebelum penanaman dapat diaplikasikan untuk memperbaiki struktur tanah serta mengatasi tanah yang kurang subur atau miskin unsur hara. Sebaiknya, pilih lahan penanaman yang agak miring untuk menghindari genangan air.

Cara Menanam Cabai di Kebun

1. Cara Menanam Cabai di Kebun yang Pertama Adalah Memilih Bibit Cabai Terbaik

Setelah menentukan lokasi untuk penanaman dan jenis tanah yang di gunakan maka hal selanjutnya di lakukan adalah pemilihan bibit cabai untuk di tanam. Bibit yang memiliki kualitas unggul maka akan menghasilkan tanaman yang unggul pula.

Tanaman cabai yang bagus adalah ketika tumbuh memiliki daun dan buah yang lebat serta batang pohon yang kuat dan tidak mudah goyah.

terbaik.

2. Cara Menanam Cabai di Kebun yang Kedua Adalah Menentukan Jenis Pupuk

Banyak sekali ahli peneliti tanaman yang menyatakan bahwa penggunakan pupuk organik jauh lebih baik daripada menggunakan pupuk kimia. Unsur kimia yang terkandung dalam pupuk buatan dapat menyebabkan kondisi tanah menjadi keras dan menghambat pertumbuhan zat hara.

Berbeda dengan pupuk organik yang memiliki efek positif terhadap tanaman, seperti mendukung daya kembang mikro organism tanah.

Mungkin sampai disini dulu pembahasan kita,kalian juga bisa baca cara menanam cabai mudah dan menguntungkan. Terimakasih