Cara Merendam Benih Padi Agar Mendapatkan Benih Berkualitas

Cara Merendam Benih Padi Agar Mendapatkan Benih Berkualitas

Cara Merendam Benih Padi

Di artikel yang kami bagikan kali ini kita akan membahas materi bertema tentang berjudul cara merendam benih padi agar mendapatkan benih berkualitas.

Perlu untuk Anda ketahui bahwa dengan Anda melakukan perendaman benih padi dapat memaksimalkan dari hasil panen pada benih padi sehingga apabila benih ditaburkan maka akan mampu untuk tumbuh secara cepat.
Pada umumnya para petani akan melakukan tehnik pennyortiran terlebih dahulu dalam penerapan cara merendam benih padi.
Yaitu dengan penyortiran benih atau merendamnya dengan air selama kurang lebih sekitar satu malam, dan baru kemudian benih tersebut Anda sebar pada area yang sudah dipersiapkan untuk proses menyemai.
Di dalam cara merendam benih padi ini, menyemai adalah salah satu hal yang pokok dan sangat mempengaruhi hasil dari panen padi.
Walaupun ada sebagian dari petani yang tidak mau untuk menyemai benihnya, dan lebih untuk memilih menanam langsung padi dengan cara menaburkan benih pada area sawah tanpa harus menyemai terlebih dahulu.
Padahal dengan cara menanam padi dengan menyebarkan benih secara langsung akan jauh berbeda hasilnya dengan benih yang terlebih dahulu disemai.
Kemudian setelah benih tumbuh beberapa minggu cabut lalu tanam pada lahan sawah Anda.

Cara Merendam Benih Padi

  • Siapkan wadah atau tempat sebagai media untuk melakukan cara merendam benih padi. Wadah yang dapat Anda gunakan boleh berupa ember, bak plastik atau wadah lain yang dapat diisi dengan air dan dapat menampung benih padi yang siap untuk Anda seleksi.
  • Setelah itu masukkan POC GDM dengan takaran sekitar 1 gelas (250 ml) untuk 10 Kg benih padi yang dimassukkan kedalam wadah kemudian isi dengan air lalu aduk-aduk supaya lebih cepat tercampur.
  • Masukkan benih padi kedalam larutan GDM dan air. Benih padi yang bagus akan tenggelam dan sebaliknya benih yang hampa dan retak akan mengapung kemudian buang benih padi yang mengapung.
  • Pilih benih yang tenggelam dengan sempurna lalu rendam benih padi selama kurang lebih 12-24 jam.
  • Tiriskan hingga kadar airnya berkurang lalu anginkan benih padi.
  • Apabila benih sudah benar-benar kering lalu padi siap ditebar di lahan persemaian.
  • Benih yang direndam dengan POC GDM pertumbuhannya akan lebih cepat dan terhindar dari ancaman penyakit.

Cara Memilih Bibit Padi Unggul

Didalam bidang pertanian, benih merupakan hal yang terpenting dalam proses persemaian.

Karena benih merupakan faktor utama dan penentu baik atau buruknya hasil dari budaya anda.

Sebenarnya banyak sekali cara untuk memilih benih padi yang unggul, berikut penjelasannya :

1. Merendam Benih Padi  Kedalam Larutan Garam

    Benih tersebut dimasukan kedalam wadah yang telah diisi dengan larutan garam sampai benih tersebut terangkat kepermukaan air, lalu buang benih padi yang mengapung di permukaan air tersebut dan ambil benih yang tenggelam saja

2. Memilah Benih Hasil Pembelian Pasar

Yang paling utama adalah melihat dari biji benih tersebut, yaitu apabila benih memiliki biji yang besar, maka itu benih yang bagus.

Apaila dilihat dari keseluruhan benih tersebut mempuyai besar yang sama rata.

Saran saya pilihlah benih yang bermerek Shang yang sri.

Tetapi kelmahan dari cara ini adalah kita masih samar dengan hasil yang akan di peroleh tentunya. Karna yang namanya jaman skarang apapun pasti di curangin. hihihii saya jadi suudzon.

3. Memilah Benih Dari Hasil Daur Ulang

Cara ini sudah teruji dari hasil keunggulannya. Kita harus memilih benih yang berlabel putuh, atau paling tidak yang berlabel ungu. Itu bisa kita dapatkan di balai benih padi setempat, untuk label yang putih. Karena daur ulang, maka kita bisa melihat hasil dari benih itu ketika di panen, sebelum kita memilah benih untuk di tanam.

Ciri-Ciri Bibit Padi Unggul :

ciri-ciri dari benih padi yang unggul dan berkualitas dapat dilihat dari gabahnya, yang bermutu adalah:

  1. Bibit padi yang varietasnya diketahui dan berlabel atau berkualitas
  2. Kemurniannya mencapai sekitar98%
  3. Daya tumbuh benih tersebut diatas 80%
  4. Berseragam serta bernas
  5. Hasil panen yang berpotensi tinggi
  6. Padi nya yang sehat, dalam artian bebas dari penyakit, hama dll

Apabila benih tersebut ditanam maka akan menghasilkan bibit yang bermutu, seperti:

1. bibit tersebut tumbuh dengan seragam

2. sehat dan akarnya yang banyak

3. apabila bibit tersebut dipindah, maka akan tumbuh dengan cepat lalu menghijau

Sekian Artikel yang berjudul cara merendam benih padi agar mendapatkan benih yang berkualitas, semoga bermanfaat dan sekian.

Ananda Deva Nicola

Saya adalah seorang penulis di resepimasakan.net yang sangat antusias tentang perkembangan teknologi, khususnya dalam teknologi IT. Saya juga senang belajar berbagai hal dan berbagi informasi seputar bisnis serta tips terbaru.