Perkebunan di Indonesia Dan Letaknya – Perkebunan berasal dari campuran bahasa latin hortus yang berarti taman dan cultura yang berarti budidaya, Perkebunan mengacu pada industri dan ilmu budidaya tanaman.

Perkebunan dilakukan dengan cara metodis dalam skala tertutup petak kecil menggunakan teknik khusus seperti budidaya tanaman, pemuliaan tanaman, produksi tanaman, fisiologi tanaman serta biokimia dan rekayasa genetika.

Penelitian dan pekerjaan dilakukan mengenai daerah-daerah dan juga dalam mengobati penyakit pada tanaman, hama dan juga, metode meningkatkan kualitas tanaman, dan lain – lain.

Perkebunan terutama berhubungan dengan buah-buahan, berry, kacang-kacangan, sayuran, bunga, pohon, semak, dan rumput dan mempromosikan suksesi ekologi dan keanekaragaman hayati juga.

Tanaman Perkebunan dan Letaknya

1. Kelapa Sawit

Perkebunan di Indonesia Dan Letaknya

Perkebunan di Indonesia dan letaknya yang pertama adalah krlapa sawit, perkebunan terbesarnya terletak di Sumatra.

Kelapa sawit (Elaeis) ialah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel).

Perkebunan ini menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit nomor satu di dunia.

2. Teh

Perkebunan di Indonesia Dan Letaknya

Perkebunan di Indonesia dan letaknya yang kedua adalah teh, perkebunan terbesar teh terletak di Bogor dan dataran tinggi lainnya.

Tanaman ini merupakan minuman yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis dengan air panas.

Teh yang berasal dari tanaman teh dibagi menjadi 4 macam: teh hitam, teh oolong, teh hijau, dan teh putih.

3. Kelapa

Perkebunan di Indonesia Dan Letaknya

Kelapa (Cocos nucifera) ialah anggota tunggal dalam marga Cocos dari suku aren-arenan atau Arecaceae.

Perkebunan kelapa yang terbesar di Indonesia terletak di Pulau Sumatra, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara, Sulwesi, dan Kalimantan.

Tanaman ini jenis tanaman perkebunan bisa langsung dimanfaatkan buahnya, namun banyak perkebunan besar memanfaatkan kopra sebagai bahan baku pembuatan minyak kelapa dan turunannya.

Cairan buah yang sudah tua biasanya tidak menjadi bahan minuman penyegar dan merupakan limbah industri kopra. Tapi, cairan ini dapat dimanfaatkan lagi untuk dibuat menjadi bahan semacam jelly yang disebut nata de coco.

4. Kopi

Perkebunan di Indonesia Dan Letaknya

Kopi adalah salah satu komiditas perkebunan skala besar di dunia yang dibudidayakan lebih dari 50 negara. Dua varietas pohon kopi yang dikenal banyak orang yaitu Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Kopi Arabika (Coffea arabica).

Indonesia peringkat 3 sampai 5 dalam hal produksi kopi dunia. Di Indonesia produksi kopi telah mencapai lebih dari 400 ribu ton kopi per tahunnya.

Perkebunan kopi di Indonesia terletak di Gayo, Toraja, Flores, Jawa, dan Kalimantan.

Sifat – Sifat Hasil Perkebunan

Sifat-sifat hasil perkebunan penting diketahui, terutama untuk keperluan penjualannya. Hasil atau produk perkebunan mempunyai sifat berbeda dengan produk non perkebunan.

Secara kualitas tiap unit produknya sudah bisa dilihat perbedaannya, jika produk industri dapat menghasilkan produk yang seragam, namun jika perkebunan akan menghasilkan produk yang beragam.

Seumpama, dalam satu pohon jeruk tidak akan menghasilkan buah-buah jeruk yang memiliki kualitas yang sama dan identik.

Mengetahui sifat hasil perkebunan perlu diperhatikan juga karena berpengaruh menentukan bagaimana langkah pemasarannya. Pemasaran yang dimaksud ialah bagaimana proses aliran hasil perkebunan yang terjadi dari petani sampai ke tangan konsumen.

Karena hasil perkrbunan yang mempunyai sifat yang khas ini, maka diperlukan penanganan yang khusus. Berikut sifat – sifat hasil perkebunan yang perlu diperhatikan dan bagaimana cara menanganinya.

1. Makan Tempat (Rowa)

Perbedaan pertanian dan perkebunan adalah pertanian tidak ada sifat makan tempat sedangkan di perkebunan ada. Hasil perkebunan mayoritas bersifat rowa atau membutuhkan tempat atau ruang penyimpanan yang luas.

Akibat sifat ini dapat meningkatkan biaya pengangkutan dan penyimpanan produk. Padahal, harga produk tersebut bisa sangat kecil jika dibandingkan dengan volumenya.

Hal ini akan menyebabkan biaya total pemasaran seringkali lebih besar dibandingkan dengan biaya produksinya.

2. Kualitas Beragam

Sifat perbedaan pertanian dan perkebunanadalah pada kualitasnya yang beragam atau tidak. Hasil perkebunan bisa dibilang selalu tergantung dengan alam.

Manusia tidak bisa dengan pasti menjadikan produk yang dihasilkan akan seragam, oleh karenanya hasil perkebunan memiliki sifat kualitas beragam.

Pada satu musim panen pasti akan ada perbedaan tiap unitnya, misalkan tidak mungkin ada satu pohon kelapa mampu menghasilkan lima kelapa dan lainnya sepuluh kelapa.

Sekian yang bisa saya berikan di artikel perkebunan di indonesia dan letaknya. Mudah – mudahan bermanfaat untuk anda. Sekian dan terima kasih.