Sejarah Kue Geplak Terlengkap Dan Terjelas Ada Disini
Hallo teman – teman semuanya pada kali ini saya akan mengulas sebuah hal tentang Sejarah Kue Geplak. Sejarah Kue Geplak yang terlengkap ini akan membantu anda dalam sebuah informasi kepada temen – temen semuanya mengenai makanan ini.
Apakah temen – temen sudah tidak sabar lagi untuk mengetahui Sejarah Kue Geplak ini kah??? kalau begitu kita mulai pembahasannya, tapi sebelum itu saya akan mengulas sedikit mengenai Geplak.
Geplak adalah makanan khas kota Bantul yang terbuat dari parutan kelapa dan gula pasir atau gula jawa, yang rasanya manis. Ada pula yang menyebutnya sebagai makanan Betawi dengan tambahan bahan berupa tepung beras dan daun jeruk purut.
Terdapat pula geplak yang dibuat dari waluh. Industri geplak umumnya dapat ditemui di daerah Bantul, Yogyakarta, yang kebanyakan diusahakan oleh industri rumah tangga.
Selanjutnya jenis penganan ini berkembang meluas akibat permintaan pasar dan diusahakan tidak hanya di sekitar kota Yogya akan tetapi juga di seluruh nusantara.
Sejarah Kue Geplak Terlengkap Dan Terjelas
Masa Dulu
Asal mula dari sejarah kue geplak tidak terlepas dari sebuah peran kota Bantul di masa lalu. Pada sebuah masa kolonial Belanda ini karena banyak lahan di Bantul yang dijadikan sebuah perkebunan tebu. Yang tanah pertaniannya banyak ditanami pohon tebu.
Pabrik gula pun banyak didirikan di sana. Terdapat 6 pabrik gula yang ada di Bantul saat itu, tapi hingga kini hanya satu saja yang masih beroperasi yaitu pabrik gula Madukismo yang pada awal Republik Indonesia ini berdiri menjadi sebuah pabrik gula terbesar di Asia Tenggara.
Selain dari pada itu didukung dengan letak geografis Bantul yang berada di daerah pantai sehingga terdapat banyak pohon kelapa. Akhirnya muncullah sebuah geplak yang bahan utamanya adalah kelapa muda yang campur dengan gula.
Pada zaman dahulu geplak sering dijadikan masyarakat sebagai makanan utama pengganti beras. Hal tersebut disebabkan karena banyaknya bahan pembuat geplak yaitu daging kelapa serta berlimpahnya lahan tebu yang diolah untuk menjadi gula.
Di pabrik pengolahan tebu contohnya seperti Madukismo yang masih ada hingga sekarang. Melimpahnya bahan untuk membuatan geplak terlebih saat musim paceklik dinama bahan makanan minimum, inilah yang membuat masyarakat menjadikan makanan pengganti beras.
Dalam perkembangannnya saat ini makanan khas Bantul tersebut lebih dikenal oleh masyarakat sebagai oleh-oleh khas Yogyakarta dengan rasa manis. Akan lebih nikmat dan lezat lagi ketika geplak dinikmati selagi masih panas.
Penjual geplak saat ini banyak ditemukan dipusat oleh-oleh di Yogyakarta sebagai oleh-oleh wisatawan. Bagi para wisatawan yang berminat untuk berkunjung ke Yogyakarta direkomendasikan juga membeli geplak dengan rasa manis sebagai alternatif oleh-oleh.
Masa Saat Ini
Nah jika tadi sejarah geplak pada masa lampau. Sekarang ini adalah sejarah geplak masa sekarang yang sudah memiliki banyak sekali variasi mulai dari warna, bahan, dan lain – lain.
Pada masa awalnya, geplak hanya memiliki dua warna, yaitu jika menggunakan gula pasir warna geplak akan putih dan jika menggunakan gula jawa maka warnanya akan coklat. Namun sekarang telah banyak variasinya warna antara lain, merah, kuning, coklat, hijau, dan putih.
Pada saat ini rasa dari sebuah geplak pun tidak hanya sekedar gurih dan manis saja namun sudah bervariasi, seperti rasa durian, stroberi, coklat, dll. Geplak sangat mudah mudah diperoleh di pusat kota Bantul, pusat oleh-oleh di kota Jogja, terminal, dan di pasar-pasar.
Oke temen – temen jadi itu tadi adalah sejarah kue geplak semoga kalian menyukai dan mengerti ulasan kita pada kali ini ya hehehehe. Nantikan ulasan saya yang kedepannya yaa. Sekian dan terima kasih temen – temen.
