Tips Merawat Mesin Parut Kelapa Supaya Awet Sampai Berahun-Tahun
Parutan merupakan salah satu alat dapur yang sangat berguna untuk menghaluskan berbagai bahan makanan. Dengan menggunakan parutan, kamu bisa mengubah bentuk atau tekstur suatu bahan sesuai kebutuhan. Alat sederhana ini masih banyak dipakai hingga sekarang, terutama untuk memarut kelapa.
Karena fungsinya yang sering bersentuhan langsung dengan beragam jenis bahan, parutan kadang menyerap aroma yang cukup kuat. Sisa bau dari bahan sebelumnya dapat tertinggal dan bahkan memengaruhi hasil parutan selanjutnya. Jika tidak dibersihkan dengan benar, aroma tersebut bisa semakin menumpuk dan sulit dihilangkan.
Untuk menjaga kualitas dan kebersihan parutan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar alat ini tetap bebas bau dan nyaman digunakan kembali. Berikut lima metode efektif yang dapat kamu coba untuk membersihkan parutan hingga aromanya benar-benar hilang.
Tips Merawat Mesin Parut Kelapa Supaya Awet Sampai Berahun-Tahun
Perawatan alat merupakan aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Dengan melakukan perawatan secara rutin, alat pemarut tidak hanya menjadi lebih awet, tetapi juga mampu bekerja secara maksimal meskipun digunakan dalam kapasitas besar. Kebersihan setiap bagian alat juga menjadi faktor utama agar kinerja mesin tetap stabil dan hasil parutan selalu terjaga kualitasnya.
1. Membersihkan Hopper.
Hopper merupakan corong di bagian atas mesin yang berfungsi sebagai jalur masuk kelapa utuh sebelum diproses oleh bagian pemarut yang bergerigi. Karena posisinya yang langsung bersentuhan dengan bahan baku, kebersihan hopper sangat penting untuk menjaga kualitas hasil parutan.
Meskipun dibuat dari stainless steel yang dikenal tahan karat, material ini tetap bisa mengalami penurunan kualitas apabila terlalu sering terkena air tanpa dikeringkan dengan benar. Endapan air atau sisa kelapa yang menempel lama-kelamaan dapat membuat permukaannya kusam dan berpotensi menimbulkan bau tidak sedap.
Untuk mencegah hal tersebut, bersihkan hopper segera setelah digunakan. Bilas bagian dalamnya untuk menghilangkan sisa kelapa, lalu lap seluruh permukaan dengan kain lembut hingga benar-benar kering. Pastikan tidak ada area yang masih lembap agar daya tahannya tetap terjaga dan mesin dapat digunakan kembali dengan aman dan higienis.
2. Membersihkan Mata Parut
Mata parut atau mata pisau berbentuk silinder dengan permukaan bergerigi yang berfungsi untuk menghancurkan kelapa menjadi serabut halus. Saat proses pemarutan berlangsung, biasanya masih ada sisa serabut kelapa yang menempel di antara geriginya. Pada awalnya, sisa ini memang terlihat sepele karena teksturnya lembut, tetapi jika dibiarkan menumpuk, serabut tersebut akan mengering dan berubah menjadi kerak yang sulit dibersihkan.
Kerak inilah yang dapat membuat gerigi mata parut menjadi tumpul. Jika kondisi ini dibiarkan, ketika dipakai kembali, serpihan kerak akan ikut terangkat dan tercampur dengan hasil parutan yang baru, sehingga kebersihan parutan jadi tidak terjaga.
Untuk membersihkan mata pisau, sikat bagian geriginya secara perlahan menggunakan sikat lembut, lalu bilas hingga semua sisa kelapa benar-benar hilang. Setelah itu, keringkan dengan menekan-nekan permukaannya menggunakan kain lap. Pastikan melakukannya dengan hati-hati, tidak terlalu kasar, agar mata parut tidak rusak dan tangan tetap aman dari luka.
3. Membersihkan Corong Parut
Corong parut adalah area tempat keluarnya serabut kelapa sekaligus bagian yang sering terkena cipratan santan. Karena posisinya yang langsung bersentuhan dengan hasil parutan, bagian ini perlu dibersihkan secara menyeluruh. Perhatikan terutama bagian samping dan tutup atas, karena santan maupun serabut kelapa biasanya memercik ke area tersebut.
Mulailah dengan membersihkan sisa parutan dan mengelap bekas santan menggunakan kain atau sikat lembut. Pastikan setiap sudut dan sela-selanya benar-benar bersih. Jika diperlukan, bilas dengan air lalu keringkan hingga tidak ada lagi bagian yang lembap untuk mencegah timbulnya jamur.
Untuk menjaga keawetan alat, simpan mesin parut di tempat yang kering dan teduh, jauh dari paparan sinar matahari langsung. Lakukan pula pengecekan rutin pada tangki bahan bakar agar tidak sampai kosong atau kering, karena hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada mesin. Selain itu, lakukan penggantian oli setiap enam bulan sekali agar performa mesin tetap stabil dan tahan lama.