Pada kesempatan kali ini kita akan bahas tentang cara bercocok tanam padi yang baik. Berikut ini caranya.

Cara Bercocok Tanam Padi Yang Baik

Cara Bercocok Tanam Padi

1. Pemilihan Benih

Hal pertama yang dipakai dalam budidaya padi organik adalah menyemai benih biar sehat. Kegiatan pertama adalah melakukan seleksi benih. Pemilihan benih ini dimaksudkan supaya kita menanam benih yang benar-benar baik.

Kualitas benih merupakan kunci keberhasilan dalam budidaya padi. Benih yang berkualitas mampu beradaptasi, memiliki pertumbuhan yang cepat serta seragam, tumbuh lebih cepat, dan tinggi nilai produktivitasnya.

Pemilihan benih berkualitas dapat dilakukan dengan mudah, yaitu dengan merendam benih dalam larutan garam dengan menggunakan indikator telur.

2. Pengelolahan Lahan

Cara Bercocok Tanam Padi Yang Baik

Biasanya dipakai minimal 2 kali pengemburan tanah yang kini penggemburan kasar dan pembajakan halus yang digunakan dengan cara di cangkul total pengolahan lahan ini bisa mencapai 1-3 hari.

Dua minggu sebelum melakukan pengolahan tanah alangkah baiknya dikasih bahan organik berupa pupuk kandang 2 ton/ha dan kompos jerami 5 ton/ha secara merata di atas lahan.

Pengolahan lahan bisa dilakukan dengan 2 kali bajak dan 1 kali garu untuk mendapat hasil olahan yang optimal.

3. Penanaman

Cara Bercocok Tanam Padi Yang Baik

Sebelum ditanam, lakukan pengecekan tanah dan jarak nya, jarak tanam yang baik adalah jarak tanam sesuai dengan metode SRI yakni tidak sampai rapat, biasanya 25 x 25 cm atau 30 x 30 cm. Cara menanam padi dengan cara ini lebih baik.

Selain itu kelebihan cara tanam ini adalah memudahkan perawatan, mudah mengatur keluar masuk air karena ada ruang kosong, menekan serangan hama dan penyakit karena cenderung lebih terang, serta menghemat biaya pemupukan.

4. Perawatan

Pada budidaya ini organik ini memakai metode SRI yang paling terpenting adalah bisa untuk menjaga aliran air supaya sawah tidak tergenang air terus menerus namun jagan berlebih pada pengaliran air saja.

Tahap pemeliharaan terdiri dari penyiangan, pengairan, pemupukan, dan pengendalian hama. Penyiangan adalah dengan mengendalikan gulma yang tumbuh untuk mengurangi tingkat kompetisi dengan padi.

Pengairan adalah dengan memenuhi kebutuhan air padi baik dari segi kuantitas maupun kualitas, apabila kekurangan bisa dilakukan irigasi dan jika kelebihan bisa membuat drainase.

Pemupukan adalah tahan pemeliharaan yang paling penting, yaitu pemberian unsur hara baik makro maupun mikro untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman.

Pemupukan harus dilakukan dengan seimbang dan yang paling penting alah disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan ketersediaan hara yang ada dalam tanah. Pengendalian hama dan penyakit juga penting untuk mendapat hasil yang optimal.

Pengendalian harus dilakukan secara alami dan berkelanjutan sesuai dengan hama dan penyakit yang dihadapi.

 5. Panen

Padi mulai berbunga biasanya pada umur 2-3 bulan bulan dan bisanya dipanen saat umur sekitar 3,5 sampai setengah tahun atau 6 bulan, tergantung jenis dan varietasnya.

Panen bisa dilakukan saat bulir padi hampir semua telah berwarna kuning yang biasanya 33-36 hari sesudah padi berbunga.

Cara panen dapat dilakukan secara manual menggunakan sabit dengan memotong pangkal batang atau dengan mesin reaper harvester untuk menghemat waktu. Panen dilakukan serentak dalam satu lahan untuk mengurangi risiko diserang hama.

6. Pasca Panen

Cara Bercocok Tanam Padi Yang Baik

Merupakan tahapan dalam menentukan kualitas yang akan dijadikan beras siap konsumsi. Tahap penyimpanan hasil panen juga merupakan unsur penting agar kualitas tetap terjaga, seperti menempatkan hasil panen di tempat yang tidak terlalu lembab dan segera untuk diolah.

Padi ini di olah menjadi beras putih. Beras ini memiliki berbagai macam macam beras putih.

itulah penjelasan tentang cara bercocok tanam padi. sampai ketemu lagi sampai jumpa.