Cara Bikin Cendol Sagu Aren khas Nusantara yang Menyegarkan!
Ketika cuaca sedang panas-panasnya, tentu minuman manis dingin merupakan solusi yang menyegarkan, bukan? Salah satu minuman manis yang sangat recommended adalah cendol sagu aren. Nah, pada artikel kali ini, kami akan membahas tentang cara bikin cendol sagu aren yang akan membuat lidah Anda bergoyang! Simak hingga akhir untuk ulasan lengkapnya!
Pengertian Es Cendol

Es cendol merupakan penamaan yang merujuk pada suatu jenis minuman dingin khas nusantara yang terdiri dari campuran olahan tepung beras, air gula aren, dan santan. Olahan tepung beras yang ada pada minuman ini terbuat dari tepung beras dan pewarna makanan hijau yang di rebus dan memiliki bentuk seperti tetesan air hujan.
Pada umumnya, es cendol disajikan sebagai hidangan penutup yang manis dan dingin. Kombinasi antara rasa manis dengan sensasi dingin ini merupakan perpaduan yang sangat menyegarkan.
Sejarah Perkembangan Es Cendol Gula Aren di Nusantara
Sebelum menuju ke pembahasan utama, yakni cara bikin cendol sagu aren, ada baiknya kita membahas tentang perjalanan sejarang sajian manis khas nusantara ini secara terlebih dahulu, bukan? Nah, berikut kami sajikan ulasan mengenai sejarah perkembangan dan perjalanan es cendol di nusantara!
Awal Kemunculan Es Cendol Gula Aren
Jika kita mengulik pada karya sastra sejarah, ternyata istilah cendol atau tjendol dapat kita temukan di dalam berbagai macam kamus dan buku yang diterbitkan pada masa pendudukan Hindia Belanda, lho!
Salah satu karya sastra tertua yang memuat tentang kemunculan cendol adalah buku tentang resep masakan Hindia Timur yang diterbitkan pada tahun 1866 dengan judul Oost-Indisch kookboek. Dalam buku ini, terdapat sebuah halaman resep cendol dengan judul Tjendol of Dawet yang memuat tentang cara pembuatan cendol dan dawet.
Selain pada buku Oost-Indisch kookboek, istilah tjendol juga termuat pada kamus Supplement op het Maleisch-Nederduitsch Woordenboek tahun 1869 oleh Jan Pijnappel. Pada kamus ini, istilah tjendol dijelaskan sebagai minuman encer dari bahan-bahan seperti sagu, gula, dan garam yang memiliki tasa manis.
Keberadaan istilah tjendol pada kedua buku terbitan masa Belanda ini menunjukan bahwa cendol dan dawet telah ada dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat pada masa itu.
Popularitas Cendol Setelah Masa Kemerdekaan
Setelah Indonesia meraih kemerdekaan, cendol mulai dikenal oleh seluruh masyarakat penjuru nusantara secara luas. Oleh masyarakat nusantara, cendol memiliki berbagai nama dan julukan yang berbeda-beda pada setiap daerahnya. Contohnya adalah di Jawa Barat minuman ini disebut sebagai cendol, sedangkan di Jawa Tengah minuman ini disebut sebagai dawet.
Terdapat sebuah kepercayaan yang cukup populer dalam masyarakat Indonesia yang menyatakan bahwa penamaan minuman ini sebagai “cendol” berdasarkan kata “jendol” yang berasal dari bahasa Sunda dan Jawa yang mengacu pada sensasi jendolan yang dirasakan saat meminum es cendol.
Pada masa setelah kemerdekaan ini, popularitas cendol juga mulai merebak ke daerah Penang, Malaysia. Cendol Malaysia ini dibuat dengan cara yang cukup mirip seperti di Indonesia. Bedanya, cendol Malaysia memiliki bentuk yang lebih lonjong dengan kedua ujung yang lancip.
Pengertian Gula Aren

Setelah mengetahui pengertian dan sejarah perkembangan cendol, tidak lengkap rasanya jika kita tak membahas komponen cendol yang satu ini, bukan? Oleh karena itu, mari kita membahas tentang gula aren sekarang juga!
Gula aren merupakan salah satu jenis pemanis alami khas Indonesia yang terbuat dari air nira yang dimasak hingga mencapai kadar air yang cukup rendah dan mengeras.
Manfaat Gula Aren
Ketika Anda mengonsumsi gula aren, Anda tidak hanya memperoleh rasa manis alami yang lezat, namun juga beberapa manfaat kesehatan sebagai berikut :
1. Menjaga Kadar Gula Darah
Gula aren mengandung jumlah glukosa yang lebih sedikit dan memiliki indeks glikemik yang lebih rendah jika dibandingkan dengan gula pasir ataupun madu alami. Oleh karena itu, gula aren dipercaya dapat membantu menjaga kadar gula darah dalam tubuh manusia.
2. Mendukung Kesehatan Pencernaan
Dalam gula aren, terdapat kandungan serat bernama inuli yang baik untuk pencernaan. Dalam sebuah studi yang diterbitkan oleh National Institutes of Health, serat inulin dapat mengendalikan bakter yang ada di dalam usus, meningkatkan kesehatan pencernaan, dan meningkatkan proses penyerapan mineral dalam tubuh.
3. Membantu Mengembalikan Energi Tubuh
Gula aren juga mengandung senyawa karbohidrat yang dapat dicerna secara cepat oleh tubuh. Penyerapan karbohidrat ini akan berakibat pada meningkatnya dorongan energi dalam tubuh untuk aktivitas sehari-hari.
4. Menjaga Fungsi Sistem Saraf
Gula aren mengandung kadar kalium yang lebih tinggi daripada sayuran hijau dan pisang. Dengan demikian, konsumsi gula aren dengan jumlah yang tepat dapat menjaga fungsi dan aktivitas sistem saraf secara baik. Sebab, kalium merupakan senyawa yang dapat mengatur konstraksi otot dan detak jantung, sehingga sistem saraf yang terdapat dalam tubuh manusia dapat berfungsi secara optimal.
5. Mengandung Antioksidan yang Tinggi
Gula aren mengandung kadar senyawa fitonutrien yang lebih tinggi daripada berbagai jenis gula lainnya. Kandungan senyawa fitonutrien dalam gula aren ini memiliki sifat antioksidan yang dapat mencegah terjadinya penyakit kronis akibat kerusakan sel dalam tubuh.
6. Meningkatkan Kekuatan Tulang
Berkat kandungan mineralnya, seperti kalsium dan fosfor dengan kadar yang cukup tinggi, gula aren dapat membantu perkembangan tulang dan jaringan otot pada tubuh anak-anak.
7. Mencegah Kerusakan DNA
Berdasarkan dengan artikel penelitian dari Walailak Journal of Science and Technology, gula aren memiliki kemampuan untuk mencegah terjadinya kerusakan DNA dalam tubuh. Hal ini disebabkan oleh kandungan antioksidan, seperti flavonoid dan polifenol dalam gula aren yang dapat mencegah kerusakan DNA akibat paparan radikal bebas dalam tubuh.
8. Meningkatkan Produksi Sel Darah Merah
Gula aren dapat membantu meningkatkan jumlah produksi sel darah merah dalam tubuh akibat kandungan vitamin B di dalamnya.
9. Mengatasi Kelelahan
Kandungan karbohidrat dan glukosa yang terdapat pada gula aren dapat mengatasi kelelahan yang Anda alami, lho! Sebab, karbohidrat dan glukosa yang terkandung dalam gula merah merupakan jenis senyawa sumber energi yang dapat meningkatkan hormon endorfin yang berkaitan dengan lonjakan energi dan rasa bahagia dalam tubuh Anda.
Cara Bikin Gula Aren

Untuk dapat membuat cendol sagu aren, Anda pasti membutuhkan gula aren, bukan? Nah, berikut merupakan cara membuat gula aren secara tradisional yang dapat Anda terapkan dengan mudah!
Bahan – bahan :
- Air Nira Aren
- Pengawet Alami seperti kulit manggis, cacahan kulit nangka, akar kawao
Cara membuat :
- Saring Air Nira dengan kain saring yang memiliki permukaan halus untuk menghasilkan air nira yang bersih.
- Kemudian, air nira yang telah disaring hingga bersih kemudian dimasak dan dididihkan di dalam sebuah wajan besar dengan api sedang sambil diaduk-aduk secara terus menerus.
- Pastikan bahwa Anda selalu menjaga api dalam kondisi yang stabil. Sebab, jika api yang digunakan terlalu besar akan mengakibatkan nira menjadi gosong dan terasa pahit.
- Buang busa dan kotoran yang mengapung selama proses pendidihan terjadi.
- Panaskan terus air nira hingga volumenya menyusut dan mengental.
- Setelah air nira menyusut, matikan api, kemudian angkat wajan dan diamkan air nira kental selama 5 menit.
- Tuangkan air nira kental yang telah didiamkan selama 5 menit ke dalam batok kelapa yang telah dilubangi pada bagian ujungnya hingga sepertiga penuh.
- Tunggu cetakan tersebut hingga setengah mengeras kemudian tuangkan lagi air nira kental hingga penuh.
- Tunggu hingga air nila kental dingin dan mengeras sepenuhnya.
- Keluarkan gula aren dari cetakan, kemudian simpan dalam wadah yang kedap udara agar tahan lama.
Cara Bikin Cendol Sagu Aren

Bahan – bahan :
- 100 g tepung sagu aren
- 25 g tepung beras
- 1 liter jus pandan
- 1 sdt garam
- Es batu secukupnya
- Potongan nangka
Saus gula aren :
- 300 g gula aren iris halus
- 100 g gula pasir
- 500 ml air
- 3 lembar daun pandan
Bahan kuah santan :
- 800 ml santan segar
- 1 sdt garam
- 2 lembar daun pandan
Cara membuat :
- Tuangkan gula aren, gula pasir, air, dan daun pandan dalam sebuah panci, kemudian masak hingga mendidih di atas api kecil.
- Setelah mendidih, angkat panci, kemudian saring saus gula aren agar bersih dari ampas lalu sisihkan.
- Pada panci yang berbeda, masukkan santan, garam, dan daun pandan kemudian rebus sambil terus diaduk hingga mendidih. Pastikan untuk mengaduk santan secara perlahan agar hasilnya tidak pecah.
- Setelah mendidih, angkat santan, kemudian dinginkan.
- Tuangkan tepung beras, sagu aren, jus pandan, dan garam dalam panci yang berbeda, kemudian aduk hingga merata.
- Panaskan panci di atas api sedang, kemudian masak adonan cendol sambil terus diaduk seperti proses membuat bubur hingga adonan meletup-letup dan matang.
- Jika adonan telah matang dan berubah warna menjadi hijau pastel, siapkan baskom berisi air matang yang bercampur dengan es batu.
- Siapkan saringan atau cetakan cendol, kemudian prosisikan cetakan tersebut di atas baskom yang berisi air es.
- Tuangkan cendol ke dalam cetakan, kemudian tekan-tekan adonan secraa perlahan hingga adonan cendol berjatuhan ke dalam air es. Lakukan proses pencetakan hingga bahan cendol habis.
- Tiriskan air, bilas cendol dengan air matang, kemudian tiriskan cendol.
- Siapkan gelas, kemudian masukkan cendol dan saus gula aren.
- Tuangkan kuah santan kemudian tambahkan es batu secukupnya.
- Tambahkan toping berupa potongan nangka di atas cendol sesuai selera.
- Sajikan es cendol sagu aren selagi masih dingin.
Cara Bikin Cendol Sagu Aren Dawet Ireng

Bahan cendol sagu aren :
- 500 gr sagu aren
- 1 genggam merang
- 1500 ml air
- 500 ml santan
- 1 sdt garam
- Es batu secukupnya
Bahan saus gula jawa :
- 250 gr gula jawa
- 125 gr gula pasir
- 250 ml air
- 2 lembar daun pandan
Cara membuat :
- Masukkan gula jawa, gula pasir, air, dan daun pandan ke dalam panci kemudian rebus hingga gula larut dan mendidih.
- Setelah gula mendidih, dinginkan sebentar, saring, kemudian sisihkan.
- Tuangkan santan ke dalam panci yang berbeda, tambahkan garam, kemudian masak hingga mendidih.
- Larutkan tepung sagu aren dengan 750 ml air hingga tercampur merata, kemudian saring menggunakan kain untuk memastikan bahwa adonan benar-benar larut.
- Bakar merang hingga menjadi abu, kemudian rendam dengan 750 ml air selama beberapa menit.
- Aduk air rendaman merang, kemudian saring dengan kain bersih.
- Rebus air merang hingga setengah mendidih, kemudian masukkan adonan tepung sagu aren.
- Aduk adonan hingga matang dengan tekstur seperti bubur, kemudian angkat.
- Siapkan baskom berisi air dingin, kemudian cetak adonan cendol membentuk bulatan air kecil menggunakan saringan atau cetakan dawet.
- Tiriskan cendol, kemudian bilas dengan air.
- Siapkan gelas saji, tuangkan santan kemudian masukkan cendol hitam dan saus gula jawa.
- Tambahkan es batu secukupnya kemudian sajikan cendol sagu aren dawet hitam selagi dingin.
Itulah cara bikin cendol sagu aren yang dapat kami sajikan untuk Anda, selamat mencoba dan semoga berhasil!