Di artikel saya yang kali ini akan membahas tentang pemberian pakan pedet yang bagus untuk pertumbuhannya. Untuk para peternak yang sedang memiliki pedet cocok sekali jika membaca tentang pemberian pakan sapi pedet.

Mari langsung saja simak di bawah ini tentang pemberian pakan pedet yang bagus untuk pertumbuhan.

Manajemen Pemberian Pakan Pedet

Nutrisi yang baik untuk pedet dapat memberikan nilai positif pada saat sudah sapih, dara dan siap jadi bibit yang prima. Sehingga untuk mendapatkan produktivitas yang optimal dapat tercapai.

Pedet yang lahir dalam kondisi sehat serta kondisi induk sehat di satukan dalam suatu kandang. Hanya beri sekat saja agar pergerakan pedet dapat terbatas.  Diharapkan pedet mendapat susu secara yang cukup, sehingga nutrisinya dapat terpenuhi.

Selain itu pedet juga mampu mulai mengenal pakan yang dikonsumsi induk yang kelak akan menjadi pakan pokok keseharian pedet tersebut sesudah disapih.

Perlakuan ini harus ada pengawasan yang baik agar mengurangi resiko kecelakaan baik pada pedet ataupun pada induk.

Untuk pedet  yang terserang penyakit, seharusnya dipisah dari induk dan dalam perawatan sampai sembuh. Sehingga pedet siap kembali di satukan dengan induknya.

Selama pedet masih dalam perawatan susu diberikan oleh petugas sesuai dengan umur dan berat badan pedet tersebut.

1. Proses Pencernaan Pada Sapi Pedet

Untuk dapat lancar dalam melaksanakan program pemberian pakan pada pedet, kita juga harus memahami terlebih dahulu susunan dan perkembangan pada alat pencernaan anak sapi.

Perkembangan pada alat pencernaan ini akan menuntun bagaimana langkah – langkah dalam pemberian pakan pedet yang benar.

Sejak lahirnya pedet telah mempunyai 4 bagian perut, yaitu : Rumen atau perut handuk, Retikulum atau perut jala, Omasum atau perut buku dan Abomasum atau perut sejati.

Pada awalnya pada saat pedet sudah lahir hanya abomasum yang massih berfungsi. Kapasitas pada abomasum mencapai sekitar 60 % dan menjadi 8 % bila nantinya telah dewasa.

Sebaliknya untuk rumen pada mulanya adalah 25 % berubah menjadi 80 % saat dewasa. Pada saat masiih kecil pedet hanya akan mengkonsumsi air susu dari induknya sedikit demi sedikit dan secara bertahap.

Pada saat pedet meminum air susu yang diminum akan langsung disalurkan ke abomasum, berkat adanya saluran yang biasa disebut “Oeshopageal groove”.

Saluran ini dapat menutupi jika pedet sedang meminum air susu, sehingga susu tidak akan jatuh ke dalam rumen.

Bila ada pakan baik berupa konsentrat atau rumput, saluran tersebut akan tetap membuka, sehingga pakan padat dapat jatuh ke rumen.  Proses membuka dan menutupnya saluran ini hanya mengikuti pergerakan refleks saja.

Semakin besar ukuran pedet, maka gerakan reflek ini lama kelamaan akan semakin menghilang.  Selama 4 minggu pertama pedet hanya mampu mengkonsumsi pakan dalam bentuk cair  saja.

Zat makanan yang dapat dicerna pedet adalah : protein air susu casein, lemak susu atau lemak hewan lainnya, gula-gula susu (laktosa, glukosa), vitamin dan mineral.

Ia juga mampu memanfaatkan lemak terutama lemak jenuh yaitu  lemak susu, lemak hewan. Namun kurang dapat memanfaatkan lemak tak jenuh seperti minyak jagung atau kedelai.

Perkembangan Alat Pencernaan Pedet

Saat kondisi normal, perkembangan pada alat pencernaan dimulai sejak pedet ber umur 2 minggu.  Populasi mikroba rumennya mulai berkembang setelah pedet mengkonsumsi pakan kering.

Semakin besar ukuran pedet maka ia akan mencoba untuk mengkonsumsi berbagai jenis pakan. Dan akan menggertak komponen pada perutnya berkembang dan mengalami modifikasi untuk fungsi.

Pedet dibuat sedikit lapar, hal ini bertujuan agar cepat terangsang dan belajar makan padatan.  Pedet yang baru saja lahir mempunyai sedikit cadangan makanan yang ada dalam tubuhnya.

Jika pemberian pakan dibatasi atau dikurangi, maka akan memberikan kesempatan pedet untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi pakan, tanpa harus mengalami stress/cekaman.

Tahap untuk mencapai alat pencernaan sapi dewasa umunya pada saat umur 8 minggu. Namun pada saat umur 8 minggu maka kapasitas rumen masih kecil. Sehingga pedet belum bisa mencerna rumput atau makanan kasar lainnya secara maksimal.

Umur saat mencapai tahapan ini sangat dipengaruhi oleh tipe pakannya. Yaitu berapa lama dan banyak air susu telah diberikan, serta kapan mulai diperkenalkannya pakan kering.

Setelah sudah disapih, pedet akan sudah dapat memanfaatkan protein vegetal dan setelah penyapihan maka perkembangan alat pencernaan sangat cepat.

Anak sapi akan mengkonsumsi calf starter (konsentrat untuk awal pertumbuhan yang padat dengan nilai gizi, rendah serat kasar dan bertekstur agak lembut) dan selanjutnya belajar menkonsumsi rumput.  Pada saat kecil, alat pencernaan berfungsi mirip seperti hewan monogastrik.

Sejak umur 2 minggu pedet sudah dapat mencerna pati – patian. Setelah itu secara cepat akan diikuti dengan kemampuan untuk mencerna karbohidrat lainnya.

Vitamin yang dibutuhkan pedet adalah vitamin A, D dan E.  Pada saat lahir vitamin – vitamin tersebut masih sangat sedikit yang terdapat di dalam kolostrum sehingga perlu diinjeksi dengan ketiga vitamin itu pada saat baru lahir.

2. Jenis – jenis Bahan Pakan Anak Sapi / Pedet

  • Pakan cair/likuid      : kolostrum, air susu normal, milk replacer.
  • Pakan padat/kering  : konsentrat pemula (calf starter).

Agar pemberian setiap pakan dapat tepat waktu dan jumlahnya sesuai porsi, maka karakteristik nutrisi setiap pakan untuk pedet sangat perlu diketahui sebelumnya.

Kolostrum

Kolostrum merupakan air susu yang dikeluarkan dari susu sapi yang baru melahirkan. Warna kekuning – kuningan dan jauh lebih kental daripada air susu normal.

Komposisi kolostrum :
  • Kolostrum banyak mengandung energi, 6X lebih banyak kandungan proteinnya, 100X untuk vitamin A dan 3X lebih kaya akan mineral jika dibanding air susu normal.
  • Mengandung enzym yang dapat menggertak sel – sel dalam alat pencernaan pedet agar dapat berfungsi secepatnya (mengeluarkan enzim pencernaan).
  • Kolostrum mengandung sedikit laktosa sehingga mampu membantu mengurangi resiko terkena diare.
  • Mengandung inhibitor trypsin. Sehingga antibodi dapat diserap dalam bentuk protein.
  • Kolostrum kaya akan zat antibodi yang berfungsi melindungi pedet yang baru lahir dari terserangnya penyakit infeksi.
Manajemen Pemberian Kolostrum 1 – 4 hari Pasca Kelahiran
  • Bersihkan kambing segera dan puting induk pasca melahirkan dengan menggunakan air hangat.
  • Bila pedet tidak dapat menyusu pada induknya maka lakukan cara perah kolostrum dari induk sebanyak 1 liter.
  • Berikan kolostrum untuk pedet dalam waktu 15 – 30 menit.

– Milk Replacer atau Pengganti Air Susu (PAS)

Dalam pemberian susu untuk pedet, air susu sapi asli dapat diganti menggunakan Milk Replacer/PAS. Milk Replacer yang berkualitas dapat memberikan pertambahan bobot badan yang sama dengan jika diberi air susu sampai umur 4 minggu.

Namun kadang – kadang pemberian milk replacer dapat mengakibatkan sapi lambat dewasa kelamin dan mengakibatkan pedet menjadi kegemukan.

Demikian artikel yang dapat saya tulis. terimakasih sudah mau mampir menyimak artikel ini. semoga bermanfaat. Anda juga dapat mempelajari tentang Cara Beternak Sapi Limosin Serta Tips Dan Cara Usaha.