Di artikel saya yang kali ini akan membahas tentang cara ternak sapi lokal yang mudah untuk pemula. Pasti sebagian besar sudah mengetahuinya kan? Tapi kemmungkinan besar masih ada juga yang belum mengetahui caranya.

Memang dalam menjalankan usaha atau bisnis peternakan harus benar – benar tlaten dan ulet agar mendapatkan hasil yang diinginkan.

Mari langsung saja simak tentang cara ternak sapi lokal di bawah ini.

Cara Ternak Sapi

Dalam beternak sapi para peternak harus memperhatikan hal – hal yang penting untuk kebutuhan si hewan ternak. Jika kebutuhan hewan ternak  telah terpenuhi dengan sempurna, peluang untuk mendapat hasil yang baik pun tinggi.

Seperti yang saya katakan di atas tadi bahwa peternak harus memperhatikan  bebrapa hal penting yang tidakk boleh dilalaikan. Hal penting tersebut yaitu :

1. Pemilihan Bibit Sapi Dalam Cara Ternak Sapi Lokal

Pemilihan Bibit Sapi Dalam Cara Ternak Sapi Lokal

Memilih bibit sapi yang unggul memang tidak semudah yang anda bayangkan. Bahkan, untuk memahaminya seorang peternak harus sudah mengetahui cara memilih bibit unggul tersebut.

Pemilihan bibit sapi yang tepat akan berdampak pada keberhasilan ketika sudah memasuki proses penggemukan. Hal ini merupakan salah satu faktor penting tentang berjalannya usaha penggemukan sapi Anda ke depannya.

Untuk itu, agar usaha ternak sapi yang dijalankan sesuai keinginan, Anda juga harus memilih bibit sapi yang unggul. Berikut cara memilih bibit sapi yang berkualitas:

Ciri – Ciri Fisik Bibit Sapi Unggul

  • Bentuk tubuhnya proporsional, maksutnya mempunyai rangka tubuh yang kokoh, kuat serta lebar.
  • Tinggi tubuhnya sama antara depan dan belakang serta tubuhnya agak memanjang.
  • Memiliki dada yang cukup lebar. Dengan mempunyai dada yang lebar ini akan membantu pertumbuhan daging di daerah dada bisa lebih maksimal.
  • Bulunya kering dan pendek dengan mata yang bersinar dan responsif dengan lingkungan sekitar.
  • Bibit sapi yang bagus biasanya memiliki pantat yang lebar serta perut yang lumayan kecil. Sebab, bibit sapi yang mempunyai perut besar menandakan bahwa bibit sapi telah terkena penyakit cacingan.
  • Kakinya kokoh dan tulang kakinya lumayan besar. Kaki yang kokoh pada bibit sapi yang unggul mampu menopang berat badan sapi yang berkembang semakin besar.
  • Mempunyai bentuk kaki yang normal serta tegak lurus.
  • Bibit sapi yang unggul memiliki bentuk tubuh yang tidak terlalu kurus dan juga tidak terlalu gemuk. Pilihlah bibit sapi yang berukuran sedang saja karena bibit yang terlalu kurus atau terlalu gemuk pertanda bahwa keadaan sapi tidak begitu baik untuk dikembangbiakkan.

Untuk memulai menjalankan usaha ternak Anda, maka pilihlah bibit sapi yang sudah berusia sekitar 2—3 tahun.

Karena pada saat mmenginjak usia tersebut merupakan umur yang paling ideal untuk dikembangbiakkan. Selain itu, pada usia sapi tersebut sapi dapat lebih mudah untuk tumbuh dan berkembang secara maksimal.

Bibit sapi unggulan yang Anda pilih harus memiliki napas yang cukup teratur. Ini tanda bahwa bibit sapi dalam keadaan bagus. Memiliki sistem pencernaan yang juga lancar.

Bibit sapi memiliki gerak yang cukup aktif karena bibit sapi yang lemas dan tiduran menandakan bahwa ia tidak terlalu sehat atau bahkan sudah terserang penyakit.

Faktor Tolak Ukur Dalam Pemilihan Bibit Sapi

Perlu anda ketahui bahwa tidak semua sapi dapat dengan mudah di gemukan. Ada faktor yang dapar menjadi tolak ukur anda dalam pemilihan bibit sapi dan jenis sapi yaitu:

  • Banyak nya populasi sapi dan berkembang nya sapi disetiap daerah pada setiap tahunnya
  • Pada penyebarannya banyak jenis sapi yang tergolong nagus
  • Produksinya lumayan cepat dan teratur dalam makanan nya.
  • Kondisi badannya yang sehat dan juga tidak cacat
  • Perhatikan banyak peternak yang suskses dengan jenis sapi tersebut.

 

2. Pembuatan Kandang

Pembuatan Kandang

Dalam pemilihan lokasi untuk kandang sapi tidak bolrh hanya asal – asalan. Karena memang dalam kotoran sapi dapat menimbulkan aroma yang sangat bau dan mengangu apabila di kandang dekat pemukiman warga .
Perlu sekali mempertimbangkan pemilihan lokasi untuk kandang sapi. Berikut ini pertimbanganya :
  • Pemilihan lokasi kandang dekat dengan sumber air minum yang bertujuan agar lebih mudah dalam pemberian air minum.
  • Lokasi kandang sebaiknya juga dekat dengan lokasi pakan. Hal ini  bertujuan agar lebih mudah dan sapi pun tidak akan mengalami kelaparan.
  • Tempat penjualan dan akses jalan pun harus selancar mungkin agar mempernudah dalam penjualannya.
  • Pastikan area kandang cukup luas.
  • Aman dari binatang buas.
  • Lokasi pada kandang harus jauh dari pemukiman warga agar warga tidak tergangu dengan kotoran ternak kita sendiri.
  • Sebaiknya lokasi kandang dekat dengan tempat pembuangan kotoran sapi
Apabila dalam memilih lokasi kandang sudah sesuai, dan buatlah kandang sapi dengan senyaman mungkin untuk sapi. Karena apabila sapi tergangu dalam ketidaknyamanan kandang akan berdampak buruk atau pun mengalami stes. Buat lah kandang sapi yang sesuai dengan contoh di bawah ini :
  • Biaya pembuatannya murah dan juga tergolong aman
  • Saat pembuatan kandag harus terlihat sehat dan nyaman untuk sapi agar selalu terhindar dari berbagai penyakit.
  • Ventilasi pada kandang harus cukup
  • Sediakan lokasi sendiri untuk pembuangan kotoran sapi
  • Jarak yang bagus dalam pembuatan kandang sekor sapi sekitar 2.5 x 1.5

 

3. Pemberian Pakan

Pemberian Pakan

Saat pemberian pakan sapi harus memenuhi nilai gizi yang baik dengan. Jika anda memberikan pakan sapi yang berkualitas pasti perkembangan sapi itu juga akan baik. Berikut ini jenis – jenis pakan sapi :

 a. Golongan Rumput Hijau

  • Rumput Gajah
  • Rumput Raja
  • Jenis Bengala
  • Turi
  • Gamal
  • Kaliandra
  • Setaria

b. Golongan Hijauan Limbah Pertanian Dan Hasil Fermentasi

  • Dedak
  • Ampas Tahu
  • Bekatul
  • Jerami Padi
  • Ongok Dll

4. Tips Pengembangbiakan Sapi

Tips Pengembangbiakan Sapi

Dalam pengembangbiakan dan mengawinkan tidak dengan cara dipaksa hanya berilah lah jantan dan betina dalam 1 kandang dan biarkan saja. Biasanya para peternak sapi mengawinkan sapinya secara musiman.
Dalam mengawinkan sapi berilah 1 pejantan dan 1 betina saja bisa di luar kandang ataupun di dalam kandang .
Pada saat sapi sedang bunting berilah makanan yang cukup nutrisi dan minum cukup. Apabila kekurangan makanan dan minum akan dapat membuat anakan mengalami kecactan dan jagalah sapi betina pada saat masa bunting.

Tanda – Tanda Sapi Birahi

Sapi betina mempunyai sifat unik masing – masing, di mana cenderung homoseksual sehingga memudahkan untuk mendeteksi birahi sekalipun tidak ada pejantan.

Betina yang sedang berahi biasanya akan menyendiri, menaiki temannya, bahkan mungkin juga menciumi vulva. Perilaku lainnya adalah seringkali si betina mengangkat dan mengibas – ibaskan ekornya.

Sapi betina yang berahi mempunyai vulva yang lembap, lendir bening seringkali tampak keluar dari vulva.

Betina yang mengalami fase lain dalam siklus birahi bisa jadi menaiki betina lain, tetapi tidak mau jika dinaiki. Oleh karena itu, betina hanya diam dinaiki merupakan tanda tunggal yang kuat bahwa betina itu dalam keadaan berahi.

Demikian artikel yang dapat saya tulis tentang Cara Ternak Sapi Lokal. Anda juga dapat mempelajari tentang Cara Beternak Sapi Limosin Serta Tips Dan Cara Usaha.