Desa swadaya desa ini memiliki suatu perkembangan yang tersendiri, namun kita harus mengawali dengan memahami desa.

Pemahaman suatu desa secara umum dan khusus sudah kita ketahui. ciri-ciri desa swadaya

Desa dalam pengertian umumnya adalah desa sebagai suatu gejala yang sangat bersifat universal, terdapat di manapun di dunia ini.

Sebagai suatu komunitas yang kecil, yang terikat pada lokalitas tertentu baik sebagai tempat tinggal maupun bagi pemenuhan kebutuhan dan terutama yang tergantung pada pertanian, desa cenderung memiliki karakteristik-karakteristik tertentu yang sama.

Barang kali sudah di samping kesamaan di antara desa-desa di dunia ini, terdapat pula sejumlah perbedaan-perbedaan yang merupakan ciri-ciri khusus dari masing-masing pelbagai negara. Perbedaan inilah yang menjadi pembahasan yang ada di makalah ini.

Walaupun hingga saat ini belum ada kesepakatan umum tentang keberadaan masayrakat pedesaan dalam bentuk pengertian yang baku.

Akan tetapi, pedesaan ini memiliki arti yang tersendiri dalam kajian struktur sosial atau kehidupanya. Dalam keadaan yang sebenarnya.

Pedesaan dianggap sebagai standar dan pemeliharaan suatu sistem kehidupa bermasyarakat dan kebudayaan asli seperti, gotong royong, tolong menolong, persaudaraan, kesenian, kepribadian, adat istiaat, nilai-nilai dan norma.

Pedesaan acap kali dideskripsikan sebagai tempat kehidupan bermasyarakat di mana anggota masyarakatnya bergaul dengan rukun, tenang, selaras, dan akur.

Konflik sosial biasanya berkutat pada peristiwa sehari-hari, misalnya hal pemilikan tanah, gengsi, perkawinan, perbedaan antar kaum muda dan tua, dan persoalan wanita dan pria. Pedesaan juga sering dipahami tenteram, guyup dan rukun.

Ciri-Ciri Desa

Adapun ciri-ciri desa secara umum yaitu adalah:

1. Konflik dan persaingan, menunjukkan bahwa sangat sering juga masyarakat di desa walaupun hidup secara terus.

Para ahli antropologi yang biasa meneliti masayarakat-masyarakat kecil yang telah banyak megnumpulkan bahan tentang pertengkaran dalam masyarakat yang mereka teliti dan tidak hanya mengenai pertengkaran, melainkan juga konteroversinya.

Contoh desa di Indonesia yang pernah terjadi pertengkaran adalah desa Celapar di Jawa Tengah, Telang di Kalimantan Tengah, Botoramba di Muremarew di Irian Barat.

2. Kegiatan bekerja, dalam kenyataan kehidupan masayarakat desa seperti di desa Jagakarsa dekat Jakarta, Rarak di Sumbawa, Tahingan di Bali, dll, justru bekerja keraslah merupakan syarat penting untuk dapat tahan hidup dalam masyarakat pedesaan di Indonesia.

3. Sistem tolong menolong, tambahan bantuan dalam pekerjaan pertanian tidak disewa tetapi yang diminya dalam sesama warga desa, ialah pertolongan pekerjaan. Aktivita ini konpensasinya adalah bukan bagian dari hasil pekerjaan, melainkan tenaga bantuan juga.

4. Jiwa gotong-royong, yang dasar-dasar aktivitas gotong-royong merupakan sebagai suatu gejala sosial dalam masyarakat desa.

5. Musyawarah, musyawarah adalah sutu gejala sosial yang ada dalam banyak masayarakat pedesaan umumnya dan khususnya di Indonesia.

Artinya ialah, bahwa keputusan-keputusan yang diambil dalam rapat tidak berdasarkan mayoritas, yang menganut suatu pendirian tertentu, melainkan seluruh rapat, seolah-olah sebagai suatu badan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesai adalah desa swadaya adalah desa yang masih terikat oleh tradisi karena tarif pendidikan yang masih relatif rendah, produksi yang masih diarahkan untuk kebutuhan primer keluarga dan komunikasi keluar sangat terbatas.

Desa ini bersifat sedenter, artinya sudah ada kelompok keluarga yang bermukim secara menetap di sana.

Norma yang terdapat di desa ini adalah

  • mata pencaharian penduduk di sektor primer yaitu sebagian besar penduduk hidup dari pada pertanian, peternakan, nelayan, dan pencaharian dari hutan.
  • Adat istiadat masih mengikat .
  • Kelembagaan¬† dan pemerintahan desa masih sederhana.¬† Prasarana kurang memadai dan biasanya desa ini mampu menyelenggarakan rumah tangganya sendiri.

Ciri-ciri desa swadaya:

  1. Daerahnya terisolir dengan daerah lainnya.
  2. Penduduknya jarang.
  3. Mata pencaharian homogen yang bersifat agraris.
  4. Bersifat tertutup.
  5. Masyarakat memegang teguh adat.
  6. Teknologi masih rendah.
  7. Sarana dan prasarana sangat kurang.
  8. Hubungan antarmanusia sangat erat.
  9. Pengawasan sosial dilakukan oleh keluarga

Menurut KBBI desa swakarya memiliki pengertian desa yang sudah agak longgar adat-istiadatnya karena pengaruh luar, mengenai teknologi pertanian, dan taraf pendidikan warganya relatif tinggi dibandingkan desa swadaya. Adopsi teknologi tertentu sering merupakan salah satu sumber perubahan itu.

Nah,mungkin itu saja artikel kali ini yang bisa saya bahas tentang pengertian dan ciri ciri desa swadaya.namun jangan khawatir kamu juga bisa mengetahui barang paling laku di pasaran untuk menambah wawasan dan pengetahuan kamu.