Cara Membuat Mainan Tradisional Dari Barang Bekas Berupa Kertas Bekas
Selamat datang di artikel saya pada kali kita akan membahas tentang cara membuat mainan tradisional dari barang bekas. Nah barang bekas yang kita maksud ialah kertas. Berikut Refrensinya :
Cara Membuat Mainan Tradisonal Dari Barang Bekas

Mainan Tradisional Dari Kertas
Sebelum era digital masuk ke dalam kehidupan manusia seperti sekarang, banyak hal sederhana di sekitar kita yang dimanfaatkan menjadi sebuah hiburan atau mainan yang menyenangkan.
Salah satu bahan yang paling sering dijadikan mainan adalah kertas. Tidak perlu meminta uang jajan kepada orang tua, kita bisa mendapatkan kertas dengan cara menyobek halaman tengah buku pelajaran.
Melipat kertas sendiri sebenarnya adalah sebuah seni yang berasal dari Jepang dan masih ada hingga sekarang. Di Jepang, seni melipat kertas ini sudah menghasilkan banyak sekali barang baik itu hiasan seperti tirai, dan barang-barang lainnya.
Yang perlu kita ketahui, kertas sangat bisa dijadikan media berkreasi untuk membuat berbagai macam karya. Selain itu, proses menghasilkan sebuah karya dari kertas itu sangat mampu mengasah kita menjadi orang yang lebih kreatif.
Salah satu jenis mainan yang paling sering dibuat adalah pesawat kertas. Selain mudah, pesawat kertas juga dapat diadu dengan milik kawan pesawat siapa yang bisa terbang paling lama.
Namun, di samping pesawat, banyak juga bentuk-bentuk lain yang bisa dibuat dari kertas seperti pistol-pistolan, kapal, topeng, dan lain-lain.
Manfaat
Tidak hanya membeli, orang tua pun bisa membuat mainan sendiri bersama anak-anaknya. Selain lebih hemat, cara ini juga sangat bisa mengasah kreativitas anak dan lebih mengakrabkan anak dengan orang tuanya.
Kemajuan teknologi tadi membuat anak-anak sekarang kurang terampil dalam membuat mainan sendiri, bahkan membuat mainan dari kertas sekalipun. Maka, kita perlu mengajarkan tentang keterampilan dalam melipat kertas.
Jangan sampai mainan sederhana ini hilang begitu saja ditelan zaman karena kemajuan teknologi. Ada banyak sekali dampak positif dari mengajarkan anak melipat kertas. Pertama, bisa membuat anak lebih terampil karena kegiatan ini mendorong motorik halusnya untuk berkembang dengan baik.
Kedua, bisa mendorong kecerdasan anak karena anak akan belajar tentang komposisi ruang, jarak, dan ketepatan. Ketiga, bisa mengembangkan kesenangan anak. Kegiatan yang mendorong rasa senang anak akan meningkatkan antusiasme mereka dalam mempelajari hal tersebut.
Serta keempat, dapat mendorong kesehatan anak. Sebab saat anak-anak bermain dengan teman-teman mereka, anggota tubuh anak akan lebih banyak bergerak dan membuat mereka menjadi lebih sehat dan segar.
Seni Origami Menjadi Sarana Mainan Tradisional Dari Bekas Kertas
Orang yang pertama kali memperkenalkan origami adalah Ts’ai Lun pada abad pertama zaman Tiongkok kuno di tahun 105 Masehi. Setelah itu, origami justru berkembang pesat di Jepang dan menjadi kebudayaan di sana. Banyak aspek kehidupan orang Jepang yang dikaitkan dengan seni origami ini.
Di Indonesia sendiri, siswa sudah banyak mengenal origami sejak memasuki play group. Bagi mereka, ber-origami artinya bermain-main dengan kertas. Hal ini tepat sekali karena origami tidak hanya menarik bagi anak usia pra-sekolah, namun juga bisa mengedukasi mereka.
Origami bisa mendorong perkembangan motorik anak dan mengasah kreativitas. Origami juga bisa meningkatkan konsentrasi dan perhatian anak apabila terus dilatih secara konsisten dan diaplikasikan dengan metode yang tepat.
Mainan Tradisional Dari Barang Bekas Kertas Dan Cara Membuatnya
Pesawat Tempur
Cara Membuat :
Perahu Kertas
Cara Membuat :
Merpati Kertas
Cara Membuat :
Burung Bangau
Cara Membuat :