Cara Memelihara Anak Ayam Agar Tetap Sehat dan Tidak Mudah Mati

Memelihara anak ayam tidak terlalu sulit dilakukan jika kita benar-benar mengetahui kondisi dari anak ayam tersebut. Kali ini kita akan membahas cara memelihara anak ayam agar tetap sehat dan tidak mudah mati.

Anak Ayam

anak ayam

Ayam adalah aves atau unggas yang menghirup udara dengan paru-paru, memiliki paruh, dan berkaki 2 yang berfungsi untuk mengikis tanah agar dapat mencari makan. Ayam adalah salah satu jenis burung yang dimanfaatkan daging, telur, dan bulunya.

Pada umumnya hewan ini merupakan bagian dari rasa atau ordo Gallifermos dan Anserifornes, biasanya hewan ini sering dijadikan sebagai ternak atau hewan peliharaan.

Beternak ayam atau ayam kampung kini sudah sangat mudah dijinakkan sehingga bisa dengan mudah dipelihara. Salah satu keunggulan hewan ternak adalah mudah beradaptasi dengan segala kondisi, namun memiliki ketersediaan pakan yang memadai.

Yang unik dari ayam adalah sistem reproduksinya diatur oleh hormon. Ketika ayam mengalami gangguan pada fungsi fisiologis tubuh, terjadi perubahan seperti ayam betina yang dapat merubah kelamin menjadi ayam jantan.

Hal ini dapat terjadi pada ayam dewasa yang masih mengalami ovotestis istirahat atau tidak bergerak.

Tips Memelihara Anak Ayam

tips memelihara anak ayam

1. Memilih Jenis Ayam yang Unggul

Tidak jarang sebagian orang tergoda untuk melihat kelucuan dari anakan tersebut kemudian membesarkannya tanpa melihat kualitas anakan tersebut.

Tak hanya itu, jenis anak ayam juga perlu disesuaikan dengan cita-cita pemiliknya. Jika Anda ingin menghasilkan ayam petelur, pilihlah varietas ayam yang dikembangkan di Australia atau Australorps hitam.

Hal ini dikarenakan ayam jenis ini dapat menghasilkan telur dengan kualitas yang baik. Jika Anda ingin ayam petelur tetapi memiliki kualitas daging yang bagus, pilihlah ayam dengan Orpington Buff Race.

Selain itu, Anda juga bisa memilih jenis ayam Wyandottes berbalut silver yang memiliki tubuh besar. Pasalnya, ayam jenis ini memenuhi syarat sebagai ayam dengan fungsi ganda yaitu ayam petelur dan ayam pedaging.

Tentu saja, jika Anda ingin ayam spesial untuk diajak bertarung, mereka memiliki sifat khusus. Ciri-ciri tersebut terlihat dari bagian tubuh ayam Anda.

Apa ciri-ciri ayam aduan yang berkualitas? Berikut adalah ciri-cirinya:

  • memiliki paruh yang ditandai dengan garis di bagian tengah atas dan warna paruh yang hampir senada dengan bagian kaki. Ciri-ciri paruhnya dapat menunjukkan bahwa anak ayam
  • memiliki kemampuan mematuk yang berat.
  • Jika matanya bulat, bening, dan agak dalam di rongga mata, artinya anak ayam Anda memiliki penglihatan yang tajam.
  • Memiliki sisik kaki yang agak kering dan kaki seimbang;
  • Mempunyai kepala yang tipis dan licin, panjang dan cukup besar;
  • Memiliki leher dan tulang dada yang besar, memanjang dan sempit.

2. Mengatur Suhu Kandang

Anak ayam memiliki kondisi fisik yang tidak terlalu kuat dan sangat rentan terhadap perubahan suhu udara. Apalagi saat anak ayam baru menetas, kondisi suhu di dalam telur dan di dalam ruangan sangat berbeda sehingga harus disesuaikan.

Gunakan inkubator untuk menemukan solusi agar anak ayam tetap sehat. Peternak dibuat dari karton sendiri atau dibeli dari toko ternak yang menyediakan peralatan tersebut.

Tambahkan lampu atau pemanas lainnya untuk pemanas. Anak ayam harus diperiksa dengan benar untuk melihat perkembangannya. Anda juga dapat memasang termometer atau memeriksa penyebaran anak ayam di dekat atau di dekat pemanas.

Ini bisa menjadi tanda bahwa anak ayam mungkin masih merasa kedinginan saat mendekat.

3. Pemberian Pakan

Cara merawat ayam yang selanjutnya yaitu pemberian makanan dan minuman kepada anak ayam harus diperhatikan sebagai bagian dan waktu pemberian.

Biasanya makanan yang diberikan berbentuk murni atau konsentrat yang bisa didapatkan di toko makanan hewan.

Pakan diberikan secara bertahap dan sering dilakukan agar tidak ada pakan yang ditarik dari anak ayam. Minuman bisa berasal dari air apa saja asalkan bersih dan dingin, atau dari air minum yang dijual di toko pertanian.

Minuman digunakan untuk mencegah anak ayam mengalami dehidrasi.

4. Berikan Vitamin dan Suplemen

Cara merawat anak ayam tidak hanya membutuhkan makan dan minum yang benar, tapi juga vitamin.

Vitamin dapat ditambahkan pada minuman anakan berupa obat anti stress saat anakan datang dan 3 hari sebelum dan sesudah vaksinasi. Vitamin lain yang bisa diberikan untuk menambah asupan karbohidrat adalah gula merah leleh.

5. Gantilah dan Minum Secara Teratur

Pakan untuk anakan yang berumur 2 bulan tidak sama dengan sebelumnya. Makanannya masih berstruktur halus, namun variasinya lebih banyak, seperti sisa dapur atau sayuran.

6. Gunakan Alas yang Tepat

Permukaan bersih yang terbuat dari serbuk gergaji kayu cemara atau bahan serupa dapat digunakan untuk memasang inkubator. Koran juga dapat digunakan, tetapi ini bukan pilihan terbaik karena permukaannya halus.

Selain itu, tinta yang terdapat di koran sering kali menempel pada anak ayam. Basis yang digunakan dalam inkubator harus diganti setiap beberapa hari dan alas tidak boleh lembab atau basah selama digunakan.

7. Memindahkan Ayam Setelah Berumur 2 Bulan

Setelah anakan berumur 2 bulan, anakan dapat ditarik keluar dari kandang asalkan tidak pada musim hujan. Anak ayam ditempatkan di kandang yang memberikan perlindungan yang baik dari cuaca buruk dan predator yang dapat diburu oleh anak ayam.

Pastikan kandang baru hangat dan memiliki cukup ruang dengan ventilasi yang baik. Ukuran kandang yang disarankan adalah 4 × 8 kaki dan berisi 3 hingga 5 anak ayam.

Jangan lupa cari tau juga cara ternak ayam paling cepat panen agar bisnis ternak kalian berhasil.

Demikian artikel mengenai cara memelihara anak ayam,semoga dengan artikel ini kalian lebih mudah dalam pemeliharaan anak ayam.