Cara Menanam Jagung Manis Agar Berbuah Besar
Seperti yang kita tahu, jagung merupakan salah satu dari 10 makanan pokok yang dikonsumsi seluruh masyarakat di dunia, selain beras, singkong dan gandum tentunya. Berbeda dengan tanaman gandum yang membutuhkan iklim dingin, tanaman jagung lebih cocok berada pada iklim tropis seperti Indonesia. Cara menanam jagung sendiri juga sudah tidak asing di telinga orang Indonesia. Sejak dulu, budidaya tanaman jagung kerap dilakukan oleh masyarakat untuk menopang ekonomi rakyat. Namun, ada beberapa metode yang bisa dipakai dalam menanam jagung, salah satunya adalah cara menanam jagung manis agar berbuah besar. Yuk, disimak caranya!
Cara Menanam Jagung Manis Agar Berbuah Besar
Persiapan Biji Jagung dan Lokasi Penanaman
1. Cari Tahu dan Teliti Tentang Tempat yang Akan Anda Tanami Jagung
Sangat penting untuk mengetahui tentang iklim dan jenis tanah yang akan Anda tanami jagung, sehingga Anda dapat membuat persiapan untuk setiap jenis jagung yang berbeda. Beberapa jenis jagung lebih menyukai tanah yang lebih hangat / dingin dan tingkat pH tanah yang berbeda.
2. Pelajari Cara Menanam Jagung Manis Agar Berbuah Besar
Jangan menggunakan benih hasil panen Karena itu lebih beresiko, para petani terdahulu sering menggunakan benih hasil panen itu Karena jagung terdahulu berbeda dengan jagung pada sekarang ini, jagung sekarang ini sudah mengalami berbagai metode yang berkaitan dengan bahan-bahan kimia sehingga hasil regenerasi benih jagung jika ditanam lagi tidak akan sama atau bisa menghasilkan hasil panen yang berkualitas terkadang tinggi tanaman tidak akan membuat hasil panen tidak bisa maksimal.
Sebaiknya bila kita ingin menanam jagung gunakan benih manis yang bisa di beli di toko pertanian terdekat dengan kemasan yang baik, sekarang ini susah banyak pabrik-pabrik yang membuat benih jagung berkualitas yang bisa kita dapatkan, dengan menggunakan benih tersebut minimal kita sudah meminimalisir 1 kegagalan dalam penanaman jagung tersebut.
3. Anda harus Tahu Kapan Anda Akan Menanam
Tergantung pada wilayah Anda, Anda perlu menanam benih pada waktu yang berbeda. Biasanya, waktu terbaik untuk menanam adalah antara Mei dan Juni. Namun, Anda tetap harus berhati-hati dalam menanam jagung terlalu dini, karena benih akan membusuk jika tanah terlalu dingin. Jika Anda memiliki termometer tanah, periksa suhunya secara teratur dan tunggu untuk menanam sampai tanah mencapai 65ºF (18ºC).
4. Pilih Lokasi Penanaman
Jagung suka tumbuh di daerah yang terkena sinar matahari penuh, jadi pilihlah sebidang kebun yang terbuka. Cobalah memilih area yang relatif bebas dari gulma, karena jagung mengalami kesulitan dalam mengatasi gulma yang tumbuh di sekitarnya.
5. Siapkan Tanahnya
Jagung lebih menyukai tanah yang kaya nitrogen dan terawat dengan baik.
- Jika memungkinkan, tanam di tanah yang telah Anda tanam kacang atau kacang polong, karena mereka membantu memperkaya tanah dengan lebih banyak nitrogen.
- Basmi semua gulma dari area tersebut.
- Jika tanah memiliki suhu dibawah 60ºF, naikkan suhunya dengan menutup tanah dengan plastik hitam dan membuat lubang untuk menanam jagung.
- Tambahkan kompos atau pupuk kandang ke tanah selama dua atau empat minggu sebelum tanam sehingga pupuk memiliki waktu untuk menyatu dengan tanah.
Menanam dan Menumbuhkan Jagung Manis
1.Tanam Jagung Anda
Jika jagung yang ingin Anda tanam bertujuan sebagai bahan pangan, tanamlah sepuluh hingga lima belas tanaman. Jika setiap tanaman 100% berhasil, tanaman-tanaman jagung tersebut bisa menghasilkan dua tongkol pada masing-masing batang jagung.
- Jagung melakukan penyerbukan dengan Anemogami atau diserbuki oleh angin, jadi sangat baik jika menanamnya dalam blok daripada baris satu per satu, sehingga serbuk sari memiliki peluang yang lebih baik untuk berkecambah.
- Tanam benih setiap 3 inch (7,5 cm) di sepanjang baris, dengan jarak 24,06 inci (61,0-91,4 cm) di antara baris. Tanam setidaknya empat baris sehingga angin dapat menyebarkan serbuk sari di antara mereka.
- Tanam bijinya 1–2 inch (2,5–5,1 cm) di bawah permukaan tanah, dengan setiap tanaman
- Untuk meningkatkan kemungkinan perkecambahan biji, tanamlah 2-3 biji bersamaan di setiap penempatan.
2. Siram Jagung
Jagung membutuhkan sekitar satu inci air per minggu, dan penyiraman yang kurang dari itu dapat menghasilkan tongkol dengan banyak biji yang berkurang. Siramkan air ke pangkal tanaman untuk mencegah membasuhnya serbuk sari di bagian atas tanaman.
3. Pemeliharaan Jagung
Dalam proses pemeliharaan jagung hal yang sering dilakukan adalah dengan melakukan pemupukan ulang, pemupukan bisa dilakukan pada saat jagung sudah mulai tumbuh agak besar, sekitar tinggi 30 cm, pemupukan pertama bisa dilakukan.
Pemupukan bisa dilakukan dengan menggunakan pupuk yang mengandung unsur NPK bisa pupuk jadi atau pupuk pupuk campuran, namun biasanya petani lebih sering menggunakan pupuk campuran artinya pupuk masih terpisah antara N , P dan K untuk melakukan pemupukan tersebut harus disatukan terlebih dahulu baru di taburkan ke tanaman jagung.
Setiap jagung beri sekitar setengah genggam dengan menaburkan pada bagian bawah tanaman jagung secara keseluruhan setiap tanaman.
Proses pemeliharaan yang lain yang harus dilakukan kita bisa melakukan penyiangan yaitu proses pembersihan rumput pada sekitar jagung, proses penyiangan dilakukan sebaiknya 2-3 minggu setelah proses pemupukan atau 2 minggu sebelum pemupukan agar pupuk yang ditabur tidak ikut terbuang percuma.
Penyiangan dilakukan dengan cara mengoret dalam kata lain membersihkan dengan menggunakan cangkul pada bagian –bagian bawah tanaman sampai rumput benar-benar bersih.
Pemupukan ulang bisa dilakukan 1 kali lagi atau bisa juga tidak lagi dilakukan namun penyiangan sebaiknya dilakukan lagi ketika rumput sudah mulai tumbuh lagi karena rumput adalah sumber penyakit yang bisa menular ke tanaman jagung bila tidak segera dibersihkan.
Demikian pembahasan kita tentang cara menanam jagung manis agar berbuah besar. Semoga, artikel ini bermanfaat bagi para pembaca dan mudah untuk diaplikasikan.