Di artikel saya yang kali ini akan membahas tentang pakan yang mengandung energi. Untuk kebanyakan peternak pasti sudah mengetahui bahan pakan ternak yang diberikan hewan ternaknya.

Mari langsung saja simak di bawah ini tentang pakan yang mengandung energi.

Pengertian Bahan Pakan Ternak Yang Mengandung Energi

Di  ilmu pakan ternak ada istilah yang mengenal bahan pakan dan ransum. Bahan pakan adalah semua bahan yang dimakan oleh ternak yang mengandung energi dan zat-zat yang bergizi serta tidak mempunyai efek negatif untuk ternak.

Ransum merupakan campuran dua atau lebih bahan pakan yang diberikan untuk ternak selama 24 jam.

Sedangkan bahan pakan sumber energi adalah semua bahan pakan ternak yang mengandung protein kasar < 20 % dan serat kasar >18 % yang diberikan kepada ternak yang tidak memberikan efek negatif bagi ternak itu sendiri.

1. Bahan Pakan Yang Mengandung Energi

Berdasarkan jenisnya bahan pakan yang mengandung karbohidrat dapat dibedakan menjadi 4 bagian yaitu :

A) Kelompok serelia/ biji – bijian

– Jagung kuning

Penggunaan jagung untuk pakan ternak terutama unggas rata – rata porsinya berkisar sekitar 45 – 55%. Hal ini disebabkan karea jagung mempunyai cukup banyak keunggulan di bandingkan bahan baku lainnya.

Diantara keunggulan jagung adalah kandungan energinya yang mencapai 3350 kcal/kg dan xantophil yang cukup tinggi. Dari sisi asam amino jagung dipandang sebagai bahan yang kaya akan methionine (rasio). Sehingga kombinasi jagung dengan sumber lysine seperti Soybean Meal dirasa cukup baik untuk penyusunan ransum.

Jagung kuning merupakan bahan baku ternak dan ikan yang populer digunakan di Indonesia dan di beberapa negara. Biasanya dijadikan untuk bahan baku penghasil energi, tetapi bukan sebagai bahan sumber protein bahkan defisien terhadap asam amino penting, terutama pada lysin dan triptofan.

– Jagung putih

Yang membedakan jagung kuning dengan jagung putih adalah kandungan dalam jagung putih beta karoten (pro vitamin A) lebih tinggi daripada jagung kuning. Namun jagung putih sulit ditemukan di daerah Indonesia.

– Sorgum

Sorgum adalah salah satu tanaman serealia yang berpotensial untuk dibudidayakan dan dikembangkan, khususnya daerah marginal dan kering di Indonesia.

Keunggulan dari sorgum yaitu mempunyai daya adaptasi agroekologi yang luas, tahan dengan kekeringan, produksinya tinggi, perlu input lebih sedikit dan lebih tahan terhadap hama dan penyakit dibading tanaman pangan lain.

Selain itu, tanaman sorgum juga mengandung nutrisi yang cuku tinggi. Sehingga sangat baik jika digunakan sebagai sumber bahan pangan maupun pakan ternak alternatif. Terkait dengan energi, di beberapa negara seperti Amerika, India dan Cina, sorgum digunakan untuk bahan baku pembuatan bahan bakar etanol (bioetanol).

– Gandum

Gandum adalah salah satu tanaman serealia dari suku padi – padian yang kaya akan karbohidrat.

Penggunaan gandum di Indonesia biasanya dijadikan untuk pengganti disaat kesulitan dalam mendapatkan jagung.

B) Kelompok Hasil Penggilingan Biji – Bijian

– Hasil Penggilingan Padi
Dedak Halus

Dedak merupakan limbah yang dihasilkan dari proses pengolahan gabah, dan tidak dikonsumsi manusia, sehingga tidak bersaing dalam penggunaannya.

Bekatul

Bekatul merupakan hasil dari penggilingan padi yang telah tercampur dengan menir. Memiliki karakteristik dan cita rasa yang lembut dan agak manis. Bau tidak sedap akan muncul jika bekatul sudah mulai mengalami kerusakan.

Kandungan bekatul ada karbohidrat yang lumayan tinggi. Kandungan karbohidrat merupakan salah satu bagian dari endosperma beras karena kulit ari terlalu tipis dan menyatu dengan endosperma. Adanya karbohidrat ini cukup menguntungkan karena dapat membuat bekatul dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif.

Kandungan protein yang ada pada bekatul juga sangat baik. Apabila dibandingkan dengan telur, nilai protein yang terkandung dalam bekatul ini jauh lebih kalah, akan tetapi masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan kedelai, biji kapas, jagung, dan tepung terigu.

Dibandingkan dengan beras, bekatul juga memiliki kandungan asam amino lisin yang lebih tinggi. Selain itu, bekatul merupakan sumber mineral yang cukup baik.

Dedak Kasar

Dedak kasar merupakan pecahan – pecahan yang berasal dari kulit gabah. Struktur dari dedak ini sangat kasar. Kandungan nutrisinya tidak jauh berbeda dengan bekatul, namun lebih rendah dari dedak kasar.

c) Kelompok Umbi – Umbian

– Ubi Kayu

Singkong sebagai bahan makanan memang tidak bisa dikonsumsi dalam bentuk mentah sebagaimana ubi manis. Secara fisik, apabila ubi kayu dibuka kulitnya dan dibiarkan, tidak segera digoreng atau direbus, maka akan dapat berubah warna menjadi kebiru – biruan.

Hal ini menunjukkan bahwa adanya seuatu zat yang perlu diperhatikan secara serius. Namun apabila ubi kayu t digoreng, dibakar atau direbus, maka zat yang kebiru – biruan tersebut akan hilang. Oleh karena itu diperlukannya proses tertentu sebelum ubi kayu digunakan atau dikonsumsi.

Kandungan energi  ubi kayu sekitar ± 2970 Kkal/kg, mengalahkan energi pada dedak, kacang kedelai dan bungkil kelapa. Oleh karena itu ubi kayu biasanys diberikan untuk pakan unggas yang memang memerlukan energi tinggi, seperti : ayam broiler, bebek, angsa dan sejenisnya, tetapi tidak diperlukan untuk anggas petelur.

– Ubi Jalar

Jenis ubu ini mirip dengan singkong, ubi juga merupakan akar tanaman yang mengandung karbohidrat. Ubi yang biasanya ditemukan adalah ubi oranye dan ubi ungu.

Ubi orange mengandung beta karoten yang dapat berubah menjadi vitamin A dan mampu mencegah kanker. Sedangkan ubi ungu memiliki warna yang cantik sehingga dapat digunakan untuk pewarna alami. Ubi ungu mampu mencegah penyumbatan pembuluh darah dan memiliki kandungan antioksidan.

D) Kelompok Hijauan

Pakan paling utama yang biasa diberikan peternak untuk ternaknya adalah rumput. Tak jarang peternak hanya meberikan pakan berupa hijauan saja, hingga untuk sumber energi ternak tersebut berasal dari rumput saja terutama untuk peternakan skala kecil.

Beberapa jenis hijauan :

  • Rumput gajah

Rumput ini asli dari Afrika, dapat ditanam dalam bentuk stek dan pols. Biasanya tumbuh berumpun dan batangnya seperti tebu. Tumbuh secara tegak dan vertikal tingginya dapat mencapai 2-2,5 m. Daunnya biasanya berwarna hijau muda dan jika diraba daunnya terasa kasar. Tulang tengah daun sebelah atas berwarna hijau.

  • Rumput benggala.

Rumput benggala (Pannicum Maximum) berasal dari Afrika Tropik, dapat ditanam dengan biji dan pols. Bentuknya berumpun dan batang seperti padi. Tumbuh vertical yang tingginya bisa mencapai 2-2,5 m. Warna daun hijau tua bentuknya ramping.

  • Rumput raja (King Grass)

Jenis rumput ini adalah tanaman rumput dengan tingkat produksi tinggi yang telah banyak dikembangkan oleh peternak. Rumput raja mempunyai nama latin yaitu Pennisetum purpuphoides atau bisa disebut juga dengan nama king grass.

Rumput raja merupakan jenis rumput baru yang dihasiokan dari persilangan antara rumput gajah (Pennisetum purpereum) dengan pennisetum typhoides.

Jenis rumput ini termasuk rumput unggul karena mudah dibudidayakan dan memiliki potensi produksi yang tinggi. Dibandingkan dengan rumput gajah, produksi hijauan rumput raja dua kali lipat dari produksi rumput gajah.

Tingginya produktivitas rumput raja tersebut dapat menjadikan rumput raja ini banyak digunakan untuk pakan dalam usaha penggemukan ruminansia (sapi, kambing, domba, dan kerbau).

Sekian artikel dari saya yang membahas tentang Pakan Yang Mengandung Energi. Mungkin anda juga dapat mempelajari tentang Pakan Kambing Fermentasi Kering Yang Mudah Dibuat.