Kali ini saya akan menjelaskan Ternak Ayam Petelur Skala Kecil, Anda ingin membuka usaha ternak ayam petelur sekala kecil , kebetulan sekali disini saya akan menjelaskannya.

Bisnis ternak ayam petelur kadang tidak berjalan dengan mulus. Ada kalanya berbagai macam masalah timbul. Memang usaha yang dijalani tidak akan selamanya mulus, namun ilmu dan pengalaman akan bisa Anda bertambah ketika berhasil melewati itu semua.

Setiap risiko dan masalah tersebut akan selalu ada dalam setiap bisnis yang dijalankan, hanya saja masalah dan cara mengatasinya berbeda. Misalnya saja adalah risiko ternak ayam broiler akan berbeda dengan yang risiko ternak ayam petelur ini.

Risiko Ternak Ayam Petelur yang Patut DiwaspadaiSalah satu hal yang harus Anda pahami ketika akan menggeluti ternak ayam petelur ini adalah mengetahui berbagai macam risiko atau masalah yang bisa timbul.

Dengan begitu Anda sudah berantisipasi dalam mencegah risiko yang mungkin muncul.

Risiko Ternak Ayam Petelur :

Risiko Ternak Ayam Petelur

Ketika memutuskan untuk terjun di dalam dunia bisnis, Anda harus menganalisis risiko dan peluangnya. Apakah peluang tersebut lebih besar dibandingkan dengan risikonya atau justru sebaliknya.

Meski begitu setiap risiko yang timbul ada cara mengatasinya masing-masing. Berikut ini adalah beberapa risiko ternak ayam petelur yang wajib untuk Anda perhatikan dengan baik:

1. Kematian

Ketika Anda memutuskan untuk berbisnis yang ada hubungannya dengan makhluk hidup maka salah satu risiko yang bakal Anda alami adalah risiko kematian. Risiko ini adalah yang terbesar dibandingkan dengan risiko yang lainnya.

Oleh sebab itu agar Anda berhasil dengan peternakan yang Anda geluti penting untuk mengetahui apa saja yang bisa menyebabkan risiko kematian itu datang. Caranya adalah dengan menjaga kesehatan ayam-ayam petelur Anda, mengetahui berbagai macam penyakit ayam dan memilih bibit yang unggul karena akan memiliki tubuh yang lebih kuat. Jangan pernah menganggap remeh ayam yang sakit, sebab akan mudah menular ke ayam yang lainnya. Untuk mencegah ayam sakit Anda harus memberikan vaksinasi secara rutin.

2. Harga Telur yang Berubah-ubah

Meski di klaim telur ayam memiliki peluang pasar yang luas namun bukan tidak mungkin hal buruk bisa terjadi. Misalnya saja adalah harga telur yang tidak stabil sehingga akan menimbulkan kerugian. Sampai saat ini ketidakstabilan harga telur ayam yang terjadi ini tidak bisa diantisipasi dan tidak bisa dicegah. Masanya pun bisa bersifat sementara dan juga lumayan lama. Peternak ayam petelur pernah mengalami kerugian berat dalam waktu yang lama yaitu di tahun 2009 sampai dengan awal 2010 terutama bagi peternak ayam skala kecil dan pemula.

sebelum melanjutmembaca Risiko Ternak Ayam Petelur dsini saya juga memiliki Resep Pisang Goreng Rumahan Yang Enak Dan Mudah Dibuat

3. Musim yang Ekstrem

Negara tropis seperti Indonesia ini membuat musimnya menjadi lebih ekstrem pada waktu-waktu tertentu. Pada musim kering yang berurutan tersebut peternak ayam akan mengalami kerugian. Penyebabnya adalah terjadinya krisis pangan terutama jagung yang mana menjadi salah satu bahan makanan pokok ayam petelur. Jagung yang langka akan membuat bahan pokok makanan ayam tersebut menjadi melambung tinggi sehingga peternak ayam harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit hanya untuk pakan ayam. Bagi Anda yang berniat untuk melakukan ternak ayam petelur harus mewaspadai musim yang ekstrem ini sebab bisa mengancam bisnis yang Anda jalankan.

4. Kurang Rajin

Selain ada masalah teknis ada juga masalah non teknis yang mana hal tersebut berasal dari dalam diri Anda sendiri, kurangnya niat, malas dan kurang ulet bisa menjadi penghambat bagi Anda dalam menjalankan bisnis ternak ayam ini. Agar berhasil, Anda harus menjalankan bisnis dengan semangat dan pantang menyerah. Banyak pebisnis yang begitu menggebu-gebu ketika membuka bisnis, namun di tengah jalan semangatnya menjadi turun dan tidak ada sama sekali. Buatlah semangat Anda tetap stabil meskipun ada banyak masalah yang menghalangi bisnis Anda.

Penyebab Kegagalan Bisnis Ayam Petelur

Penyebab Kegagalan Bisnis Ayam Petelur

1. Teknis Pengelolaan yang Kurang Tepat

Sebelum memulai bisnis ayam petelur sebaiknya Anda memahami terlebih dahulu bagaimana teknis pengelolaannya. Mulai dari persiapan kandang, jenis makanan yang dipakai, vitamin yang digunakan, waktu vaksin yang tepat harus Anda ketahui. Jika salah dalam pengelolaan ini, ayam yang Anda pelihara bisa mengalami stres dan menyebabkan kematian atau gagal panen. Kandang yang tidak bersih juga akan menyebabkan penyakit bagi ayam. Ketahuilah cara merawat ayam dengan baik agar terhindar dari kegagalan bisnis ayam petelur.

2. Persaingan Pasar

Bisnis ayam petelur sudah mulai banyak memiliki kompetitor, karena banyak pengusaha yang tergiur dengan keuntungannya. Karena banyaknya pengusaha yang menjalankan bisnis ini, akhirnya menyebabkan hasil produksi selalu di atas permintaan, sehingga harga telur terlalu sering mengalami penurunan. Perlu Anda ketahui bahwa keuntungan dari bisnis ternak ayam petelur tergolong minim, yaitu sekitar 30% dari hasil produksi. Untuk mengatasi masalah ini, Anda memerlukan strategi pemasaran yang tepat agar telur yang dihasilkan bisa selalu habis. Jika terlalu lama menimbun hasil telur ayam, maka kualitas telur akan menurun dan membuat pelanggan berpikir ulang untuk membelinya sehingga telur menjadi busuk dan Anda mengalami kerugian.

3. Harga yang Tidak Stabil

Bagi pebisnis ayam petelur, ketidakstabilan harga ini menjadi salah satu faktor serius yang harus bisa diatasi. Harga jual telur ayam bisa berubah sewaktu-waktu tergantung dari permintaan pasar. Harga bisa melambung tinggi ketika hari-hari besar, liburan panjang, atau saat musim hajatan tiba. Namun ketika hari biasa, daya beli masyarakat cenderung berkurang karena merasa jenuh dan menyebabkan harga kembali turun seperti semula. Pada saat seperti ini, hal yang bisa Anda lakukan untuk menghabiskan stok adalah dengan menurunkan harganya.

4. Manajemen Perusahaan

Faktor lain yang dapat menyebabkan kegagalan dalam suatu bisnis adalah masalah manajemen perusahaan. Manajemen yang tidak jelas akan mempercepat gagalnya suatu bisnis. Kegagalan tersebut bisa terjadi karena masalah pembagian tugas yang tidak jelas sehingga satu orang memegang banyak peranan dalam bisnis.

Jika hal ini tidak diantisipasi dengan baik, maka kedepannya jika ada kesalahan yang terjadi, Anda akan sulit menelusurinya dan berakibat juga pada kesulitan untuk menemukan solusinya.

Selain manajemen dalam pembagian tugas, manajemen pengelolaan keuangan pun juga berpengaruh terhadap perkembangan bisnis. Jika keuangan  bisnis tidak dikelola dengan baik dan jelas, maka akan terjadi kebingungan dalam pengelolaan, juga rawan penyelewengan. Oleh karena itu, untuk menghindari hal tersebut, keuangan bisnis ayam petelur Anda harus dikelola dengan baik agar bisa menjadi perusahaan yang besar.

Salah satu cara mengelola keuangan bisnis ayam petelur dengan baik dan mudah adalah dengan menggunakan software akuntansi secara online. Jurnal merupakan software akuntansi online yang menyediakan fitur-fitur yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan tentunya mudah digunakan semacam penghitungan biaya, pencatatan stok, pembuatan faktur, dan laporan keuangan. Jurnal juga memiliki aplikasi versi mobile yang dapat membantu Anda melakukan pencatatan maupun pengecekan secara mudah melalui smartphone kapan saja dan di mana saja.