Cara Membuat Geplak Gula Merah
Apakah Anda sedang mencari inspirasi cara membuat geplak gula merah? Cara membuatnya tidak sulit dan juga tidak mudah. Jika salah diproses, hasilnya akan hambar dan agak tidak enak. Kalaupun geplak gula merah yang enak seharusnya memiliki aroma dan rasa yang bisa memancing lidah kita.
Ada beberapa hal yang sedikit banyak mempengaruhi kualitas rasa counter-plak pai ketan coklat, mulai dari jenis bahan, pemilihan bahan segar, hingga cara penyajian dan penyajiannya. Jika Anda ingin membuat ketan gula merah yang enak di mana saja, jangan khawatir karena asal tahu triknya, sajian ini bisa menjadi sajian istimewa.
Nah kali ini kami mencoba membuat counter-plak ketan gula merah sendiri di rumah. Dengan bahan yang sederhana, sajian ini dapat memberikan manfaat untuk membantu menjaga kesehatan tubuh dan keluarga Anda.
Cara Membuat Geplak dengan Sederhana
1. Resep Cara Membuat Geplak Gula Merah

Bahan:
- 300 gram tepung beras
- 1/2 kelapa
- 200 gram gula merah
- 200 gram gula pasir (Gula bisa dikurangi)
- 500 ml air
- 1 serai, ambil geprek putihnya
- 1 lembar daun pandan
- 1/2 sendok teh garam
Cara Membuat Geplak:
- Sangrai tepung beras hingga kering.
- sisakan dua sendok makan untuk taburan
- Sangrai kelapa hingga kering
- Rebus gula merah dan gula pasir hingga kental
- Tambahkan cairan gula secara bertahap.
- Tekan-tekan di cetakan.
- Taburkan sisa tepung yang sudah disangrai
2. Resep Cara Membuat Geplak Gula Jawa

Bahan – Bahan:
- 2 butir kelapa (parut)
- 750 gram tepung beras
- 500 gram gula jawa
- 300 ml air matang
- 1/4 sdt garam
- Pewarna makanan
Cara Membuat Geplak Gula Jawa:
- Ayak tepung beras. Goreng sampai kering.
- Masukkan kelapa parut, aduk rata. Sisihkan sejenak.
- Rebus air rebusan dengan gula hingga mendidih dan gula larut.
- Tuang campuran tepung dan kelapa ke dalam air gula mendidih.
- Tambahkan garam secukupnya, aduk rata hingga mengental dan mendidih.
- Bagi adonan menjadi beberapa bagian dan olesi setiap bagian dengan pewarna makanan, aduk rata.
- Ambil adonan, bentuk menjadi bulatan kecil tergantung selera.
- Letakkan adonan di atas loyang dan biarkan dingin dan mengeras. Geplak siap dihidangkan.
Isi Kandungan Geplak
Geplak merupakan makanan ringan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Geplak mengandung energi 350 kilokalori, protein 1,4 gram, karbohidrat 53,6 gram, lemak 14,4 gram, kalsium 151 miligram, fosfor 43 miligram, dan zat besi 2,1 miligram.
Selain itu, satu geplak juga mengandung 0 IU vitamin A, 0,12 miligram vitamin B1 dan 0 miligram vitamin C. Hasil ini diperoleh dari penelitian terhadap 100 gram kue geplak dengan jumlah yang dapat dimakan 100%.
Informasi lengkap komposisi zat gizi/kandungan zat gizi dalam Geplak:
- Nama Bahan Makanan: Geplak
- Nama Lain / Alternatif: –
- Kandungan energi total kue geplak = 350 kkal
- Protein total kue geplak = 1,4 gr
- Bagian Geplak yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100%
- Kandungan lemak total kue geplak = 14,4 gr
- Total kandungan karbohidrat kue geplak = 53,6 gr
- Jumlah plak yang diperiksa (berat makanan) = 100 gr
- Kandungan kalsium total kue geplak = 151 mg
- Kandungan fosfor total kue geplak = 43 mg
- Keunggulan Geplak : – (Belum tersedia)
- Kandungan besi total Geplak = 2,1 mg
- Kandungan vitamin A total Geplak = 0 IU
- Huruf pertama bahan makanan: K
- Total kandungan vitamin B1 dari Geplak = 0,12 mg
- Total kandungan vitamin C Geplak = 0 mg
- Informasi Gizi Sumber dari: Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan sumber lainnya.
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Usaha Bisnis Geplak
- Rasa makanannya pasti enak dan unik.
- Tampilannya harus menarik. Agar terlihat menarik, Anda bisa menggunakan pewarna makanan yang tidak berbahaya bagi kesehatan. Selain itu, perubahan bentuk juga bisa dilakukan.
- Gunakan bahan-bahan yang aman untuk dikonsumsi. Dikemas dengan rapi.
- Sertakan merek produk.
- Berkreasilah untuk menciptakan jenis makanan baru dan manfaatkan berbagai macam bahan makanan yang tersedia.
- Untuk produksi skala besar dengan pemasaran yang lebih luas, daftarkan produk ke Departemen Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan.
- Berani bersaing dalam harga.
- Pertahankan tulisan tangan Anda pada makanan tradisional tanpa mengurangi kreativitas. Misalnya, berkreasi dalam membuat kue geplak, namun tetap menjaga cara pembuatan kue tersebut dan rasanya seperti aslinya.