Permen jahe adalah salah satu permen yang manis dan menghangatkan. Terbuat dari jahe dan gula pasir. Permen ini sangat digemari oleh banyak orang karena mempunyai banyak khasiat. Berikut ini adalah berbagai info tentang jahe dan cara membuat permen jahe yang sayang untuk dilewatkan.

Pengertian Jahe

Jahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang bermanfaat sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron.

Jahe termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan). Nama ilmiah jahe diberikan dari William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi, dari Bahasa Sanskerta, singaberi.

Asal Usul Jahe

Jahe diperkirakan berasal dari India. Namun, ada juga yang mempercayai bahwa jahe berasal dari Republik Rakyat Tiongkok Selatan. Dari India, jahe dibawa sebagai rempah perdagangan hingga Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, hingga Timur Tengah. Kemudian pada zaman kolonialisme, jahe yang bisa memberikan rasa hangat dan pedas pada makanan segera menjadi komoditas yang populer di Eropa.

Manfaat Mengkonsumsi Jahe

1. Mengatasi Masalah Pencernaan

Manfaat jahe dalam mengatasi masalah terkait pencernaan memiliki sejarah yang panjang. Jahe merupakan salah satu bahan alternatif untuk memperlancar sistem pencernaan.

Kandungan phenolic dalam jahe bermanfaat untuk meredakan gejala iritasi gastrointestinal, menstimulasi air liur, mencegah terjadinya kontraksi pada perut. Hingga membantu pergerakan makanan dan minuman selama berada di pencernaan.

2. Mengurangi Mual

Jahe juga bermanfaat untuk meredakan mual yang disebabkan oleh morning sickness, vertigo, maupun efek samping pengobatan kanker. Dapat memakan jahe secara mentah atau menjadikanya minuman, jahe dalam bentuk permen juga dapat bekerja dengan baik terutama dalam mengatasi mual yang diderita ibu hamil.

3. Mengurangi Rasa Sakit

Penelitian yang dilakukan di University of Georgia menyatakan bahwa menkonsumsi suplemen jahe setiap hari dapat mengurangi sakit otot yang diakibatkan oleh berolahraga hingga 25%. Jahe juga bermanfaat mengurangi sakit akibat dysmenorrhea, rasa sakit pada saat menstruasi. Dalam suatu penelitian, disebutkan bahwa 60% wanita merasa rasa sakit yang dikarenakan oleh menstruasi berkurang setelah mengonsumsi jahe.

4. Membantu Proses Detoksifikasi dan Mencegah Penyakit Kulit

Jahe merupakan salah satu jenis makanan yang disebut diaphoretic, jahe juga bermanfaat untuk memicu keluarnya keringat. Pengeluaran keringat bermanfaat bagi Anda terutama saat Anda sedang demam atau flu.

5. Melindungi Dari Kanker

Salah satu kandungan dalam manfaat jahe yang berperan dalam mencegah kanker adalah gingerol, phytonutrient dalam jahe yang juga memberikan rasa pada jahe yang unik. Gingerol dapat mencegah pertumbuhan sel kanker usus besar.

Cara Membuat Permen Jahe

Bahan Yang Digunakan:

  • 250 ml Air
  • Jahe secukupnya
  • 1/4 gula pasir putih
  • 1 buah Jeruk nipis
  • seujung sendok makan cengkeh
  • 1 sachet madu

Cara Membuat:

  1. Tumbuk dan ulek Jahe
  2. Tumbuk cengkeh diplastiknya
  3. Masukkan air 250ml ke dalam panic atau wadah
  4. Campurkan jahe 1 sendok makan, madu 1 sachet, jeruk nipis peras dengan saringan, cengkeh seujung sendok dan gula pasir putih ¼ kg
  5. Rebus hingga mendidih lalu saring ampasnya.
  6. Rebus lagi aduk hingga mengental.
  7. Bentuk permen dengan tangan, lalu letakkan pada wadah stenlis, setelah itu taburi dengan gula pasir.
  8. Permen jahe siap dinikmati.
  9. Selamat mencoba!

Cara Membuat Permen Jahe Alami

Bahan Yang Digunakan:

  • 50 kg tepung ketan
  • 50 kg gula pasir
  • 5 kg tepung maizena
  • 50 kg potongan jahe
  • 2 kg garam
  • 2 kg asam sitrat
  • 200 gram kalium sorbet
  • Kayu manis secukupnya
  • 10 kg mentega
  • 400 liter air bersih
  • 50 gram natrium benzoat
  • 30 liter bahan bakar minyak

Cara Membuat:

  1. Buatlah cairan sari jahe.
  2. Sangrai tepung ketan.
  3. Buatlah larutan gula.
  4. Campurkan sebagian tepung ketan yang telah di sangrai, tepung maizena, dan sebagian sari jahe (adonan A).
  5. Campur sisa sari jahe dengan garam, kayu manis, mentega dan panaskan hingga mendidih (adonan B).
  6. Adonan A yang sudah jadi di masukkan kedalam adonan B, di campur rata hingga matang (adonan C).
  7. larutan gula, asam sitrat, natrium benzoat, kalium sorbat di campur dan di aduk rata (adonan D).
  8. Masukkan adonan D ke dalam adonan C dan aduk hingga merata lalu angkat setelah adonan tercampur dan matang (adonan E).
  9. Ambil sebagian sisa tepung ketan yang telah disangrai lalu campurkan dengan adonan E, sampai kekentalan dirasa cukup. Sisa tepung ketan yang lain bisa di pakai untuk taburan agar produk tidak lengket saat di kemas.
  10. Pencetakan, ting-ting yang sudah jadi di tuang dalam loyang dengan ketebalan 0,5 cm-1 cm dan di dinginkan selama ±12 jam.
  11. Pemotongan, produk yang telah didinginkan di potong sesuai selera.
  12. Penaburan tepung, sisa tepung ketan di gunakan untuk di taburkan pada produk, agar saat pengemasan tidak lengket.
  13. Pengemasan bertujuan untuk memperpanjang umur simpan.
  14. Selamat mencoba!

Kunjungi juga Manfaat Jahe Merah dan Gula Merah Untuk Tubuh