Diartikel saya kali ini akan membahas tentang tips meningkatkan bobot sapi yang mudah dilakukan. Untuk kalian yang sedang ternak sapi atau memelihara sapi pastinya ingin pertumbuhan sapinya cepat dan bobotnya banyak.

Mari langsung saja simak mengenai tips meningkatkan bobot sapi ternak yang mudah dilakukan.

Meningkatkan Bobot Sapi

Daging sapi merupakan salah satu bahan makanan yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Pasalnya, daging sapi memang sering kali dijadikan sebagai pelengkap menu masakan.

Namun sebelum membuka usaha peternakan sapi, Anda harus mengetahui bagaimana cara untuk memaksimalkan pertumbuhan sapi anda. Baik dari segi kesehatan, target waktu yang ditentukan, dan juga nutrisinya. Dengan nutrisi yang baik, maka Anda akan mendapatkan sapi yang sehat dan tumbuh besar.

Selain itu disiplin juga sangat dianjurkan di dalam usaha ternak sapi. Pengelolaan yang baik pula akan mempengaruhi segala dari segi modal, tempat, dan pakan sapi. Komposisi bahan – bahan dan komposisi nutrisi dari pakan sapi pun harus diperhatikan.

Ada beberapa hal penting yang harus Anda ketahui untuk memastikan bahwa bobot sapi meningkat secara optimal. Bila dilakukan secara rutin hal ini akan membuat kesehatan dan kualitas sapi potong tentu akan terjaga. Berikut beberapa tips yang kami sajikan untuk Anda:

1. Mengatur Jam Makan Sapi

Aturlah waktu pemberian pakan untuk sapi anda secara tepat. Pengaturan waktu pemberian pakan ini akan mempengaruhi kebiasaan para sapi untuk menerima makanan.

Saat pagi hari sekitar jam 6 pagi berikan pakan 40% dari total pakan sehari. Sedangkan pada saat sore hari sekitar jam 2 – 3 berikan yang 60%. Pertimbangannya adalah jam makan saat sore hari akan lebih panjang daripada jam makan sapi pada waktu pagi hari.  Sehingga sebaiknya untuk persentase pemberian pakan juga lebih banyak pada sore hari.

Saat musim kemarau maka jam pemberian pakan bisa dimajukan bahkan jika perlu jam pagi bisa dimulai pada pukul 5 pagi dan jam sore dimundurkan pada jam 4 sore. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan suhu yang nyaman saat sapi diberi pakan.

Untuk model pemberian pakan seperti diatas maka air minum wajib disediakan sepanjang hari jadi sapi bisa minum kapan saja saat mereka haus. Saat cuaca sangat panas sapi bisa terkena stress panas dan sedikit makan, mereka hanya akan sering minum saja.

Pada saat seperti ini bisa ditambahkan dengan elektrolit dan sedikit molases pada bak minum sapi guna mengurangi stress dan menambah energi bagi sapi.

Sapi yang dipelihara untuk digemukkan sebaiknya komposisi pakan untuk hijauan lebih maksimal 30% dari jumlah pakan. Jangan terlalu berlebihan agar kebutuhan nutrisi sapi tercukupi.

Jadi untuk komposisi pakannya adalah 30% hijauan dan 70% konsentrat. Sedangkan untuk sapi perah pemberian hijauan bisa jauh lebih banyak. Karena untuk melancarkan dan memperbanyak produksi susu dibutuhkannya hijauan yang lebih banyak daripada sapi potong atau sapi penggemukkan.

Jangan pernah sesekali meninggalkan pakan sisa di kandang. Karena sapi akan makan pakan tersebut sebelum waktu tiba. Ini dapat mempengaruhi selera makan sapi saat jam makan tiba, karena sudah kenyang terlebih dahulu.

2. Pemberian Suplemen Untuk Sapi

Pemberian suplemen sangat penting untuk ternak sapi potong Anda. Karena akan dapat merangsang napsu makan sapi. Sehingga sapi akan makan lebih lahap lagi. Makanan yang diberikan pun akan segera disantap sampai habis oleh sapi.

Fungsi lain dari suplemen ini adalah agar membuat penyerapan nutrisi dari pakan ke dalam tubuh ternak akan lebih optimal. Maka sapi potong yang memiliki tubuh gemuk bukan impian lagi.

3. Perhatikan Bahan – Bahan Pakan Sapi

Ada beberapa bahan pakan yang penting untuk anda ketahui.

Bahan pakan ternak sapi potong yang mengandung sumber energi antara lain:

  • Rerumputan seperti rumput benggala, rumput setaria, rumput gajah, dan rumput lainnya yang mengandung serat kasar.
  • Biji – bijian contohnya seperti sorgum, limbahnya, gandum, dan jagung.
  • Jenis tanaman umbi seperti ubi kayu, ubi ungu, ubi jalar dan juga limbahnya.

Pakan ternak sapi potong yang mengandung sumber protein antara lain:

  • Berbagai jenis daun seperti daun pisang, daun ubi jalar, dan daun nangka.
  • Makanan lainnya yaitu, bunga turi kaliandra, sentro, gamal, lamtoro, bungkil dan ganggang.

Bahan pakan ternak sapi potong yang mengandung vitamin dan mineral adalah:

  • Bahan berwarna hijau.
  • Kapur (Ca2PO4), premix, dan kapur.

Setelah mengetahui kandungan bahan makanan ternak sapi, selanjutnya adalah memperhatikan presentasi semua zat yang terkandung dari masing – masing bahan.

4. Menyusun Nutrisi Pakan Sapi Potong

Nutrisi tertentu dapat memberikan fungsi yang berbeda. Itulah alasan mengapa Anda perlu menyusun nutrisi untuk pakan ternak sapi sesuai dengan kebutuhan ternak.

Jika Anda memberikan pakan yang kaya akan protein, maka massa otot sapi akan bertambah dan kekuatan fisiknya pun akan menjadi lebih optimal. Namun, jika makanan yang dicerna sapi kaya akan energi, maka tubuh sapi akan lebih bertumbuh gemuk. Pilihan kedua ini sangat cocok untuk para peternak ternak sapi potong.

Perlu diingat bahwa dari kedua kandungan bahan makanan tersebut tetap dibutuhkan. Soalnya, pada komponen energi dan protein sangat mendukung satu sama lain.

Pakan yang mengandung energi sangat cocok untuk pakan ternak sapi pada masa pertumbuhan. Lalu pakan yang kaya akan protein sangatlah berguna untuk membentuk fisik sapi yang kuat dan sehat, sehingga dapat memperkuat sistem imunnya.

Bahan Pakan yang Memengaruhi Pertumbuhan Sapi

Tidak hanya kandungan pakan, tapi juga jumlah dan variasi jenis pakan yang akan memberikan pengaruh yang besar pada saat pertumbuhan sapi. Mengutamakan nutrisi, tapi bahan pakan susah didapat, adalah hal yang perlu dihindari. Karena yang terpenting adalah pakan harus bernutrisi, tersedia, dan mudah untuk didapat.

Makanan sumber energi seperti jerami padi, jerami jagung, dan jerami daun ubi, memiliki sedikit kandungan protein. Di sisi lain, jenis pakan tersebut malah sangat bagus untuk pertumbuhan pada berat badan sapi.

Namun supaya penyerapan nutrisi bisa optimal, jerami perlu dicacah dengan mesin pencacah pakan ternak terlebih dahulu. Selanjutnya, jerami yang sudah dicacah diberikan suplemen agar penyerapan nutrisi bisa lebih maksimal.

Setelah target berat badan sapi sudah menunjukan perkembangan yang signifikan, maka langkah selanjutnya adalah memberikan zat pakan yang kaya akan kandungan protein. Pakan yang mengandung protein contohnya seperti, bungkil kacang tanah, bungkil biji kapok, dedak padi, bungkil kedelai, bungkil kelapa, dan dedak jagung.

Bahan – bahan tersebut kemudian diolah dengan cara dihancurkan dengan menggunakan mesin giling sekam. Hal ini penting karena akan memengaruhi perfoma otot dan fisik sapi, sehingga sapi potong akan tumbuh dengan tubuh yang gemuk dan juga sehat.

Sekian artikel yang dapat saya tulis tentang tips meningkatkan bobot sapi. Anda juga dapat mempelajari tentang Resep Olahan Daging Sapi Lada Hitam Untuk Keluarga